Mengenal kayu albasia atau sengon khas Indonesia

Mau Pakai Kayu Albasia? Kenali Dulu Karakteristik & Harganya

Mengenal Kayu Albasia – Dari dulu hingga sekarang, elemen kayu memang kerap kali dipakai untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia di bidang tertentu, seperti kontruksi, elemen dekorasi hingga dijadikan sebagai bahan baku pembuatan furniture.

Di indonesia sendiri, jenis-jenis kayu yang sering dimanfaatkan untuk memenuhi segala macam bentuk keperluan memang sangat banyak. Baik untuk dunia industri furniture atau mebel, interior dan eksterior hunian maupun di bidang kontruksi. Salah satu jenis kayu yang cukup banyak dimanfaatkan untuk dibuat menjadi produk furniture rumah tangga minimalis yang keren dan kekinian yakni kayu albasia atau sengon.

Perlu kalian ketahui, bahwa kayu albasia ini mempunyai keunggulan yang cukup banyak, bahkan karakteristik yang dimilikinya pun cenderung sangat bagus, sehingga sering dimanfaatkan olah sebagian besar produsen kayu untuk dijadikan berbagai macam kebutuhan. Namun biasanya sih kayu albasia ini dipakai untuk membuat furniture. Ingin tahu seperti apa itu kayu albasia atau sengon ini? Simak ulasannya berikut ini :

Pohon Sengon Albasia

Pohon sengon merupakan anggota pohon suku Fubaceae tumbuhan yang berasal dari Indonesia, Papua New Guinea, Australia dan Pulau Solomon. Sedangkan di Indonesia sendiri pohon sengon ini tersebar di berbagai daerah seperti Sulawesi, Maluku, Jawa Barat, Papua dan wilayah lainnya.

ciri-ciri pohon kayu albasia atau sengon

Pohon sengon dapat tumbuh mencapai 40 meter dengan diameter mencapai 100 cm lebih. Kulit bagian luar berwarna putih atau kelabu tidak beralur dan tidak mengelupas. Sedangkan warna gubal kayunya berwarna putih sampai berwarna merah muda kecoklatan.

Jenis pohon sengon ini dapat tumbuh cepat di berbagai macam jenis tanah, sehingga menjadikan pohon sengon sebagai andalan industri kayu di Indonesia. Bahkan siap panen di umur 5 tahun.

Kayu sengon ini memiliki berat jenis yang cukup ringan, antara 230 sampai 500kg/m3 pada moisture content 12-15%. Jenis kayu ini juga mempunyai tekstur permukaan yang cukup halus.

Karakteristik Kayu Albasia

Karakteristik kayu albasia ini tergolong cukup menarik, sebab kayu sengon termasuk kedalam jenis kayu lunak ketika dipegang. Bahkan jenis kayu ini mampu mengingatkan kita pada jenis kayu kapuk atau randu.

mengenal karakteristik kayu albasia atau sengon

Untuk segi tekstur, kayu albasia ini hampir mirip dengan kayu keruing. Yakni memiliki tekstur yang cenderung sedikit agak kasar, sehingga membutuhkan proses finishing kembali pada akhir produksi. Sedangkan pada bagian permukaannya, kayu sengon atau sengon ini cukup mengkilap dan licin.

Kebanyakan kayu albasia memiliki warna putih, namun tidak bisa dipungkiri pula bahwa terdapat juga kayu sengon yang berwarna coklat pucat. Pada bagian tengah atau teras kayu, mempunyai warna sedikit putih.

Baca juga : Karakteristik kayu Mindi Untuk Furniture

Kelebihan kayu albasia

keunggulan kayu sengon atau albasia

1. Memiliki bobot yang ringan

Salah satu kelebihan yang dimiliki kayu albasia yakni bobot kayunya yang ringan, sebab kadar dari kayu ini hanya sekitar 15% dengan densitasnya sekitar 320-630kg/m3. Kayu sengon ini cukup padat dan tergolong stabil, namun tetap mudah dalam hal pengolahannya dan mudah juga dibentuk sesuai keinginan.

2. Memiliki tingkat keawetan dan kekerasan yang cukup tinggi

Meskipun bobot kayu albasia ini cukup ringan, namun dari segi kualitas tidak usah diragukan kembali. Pasalnya kayu sengon atau albasia ini mempunyai tingkat kekerasan kelas III-IV dengan di dukung tingkat keawetan kelas III-IV. Walaupun tidak sekuat kayu ulin dan tidak seawet kayu jati, namun kayu albasia ini cukup bisa diandalkan sebagai olahan kayu berkualitas.

3. Kayu sengon kuat terhadap rayap

Hebatnya, kayu albasia juga termasuk kedalam jajaran kayu anti rayap. Meskipun tingkat kekerasannya tergolong rendah, namun kayu sengon dapat menahan dari serangan hama, kutu kayu atau rayap. Sehingga tidak heran jika kayu yang satu ini banyak yang membutuhkan dan digunakan sebagai alternatif pilihan selain kayu jati perhutani.

4. Kayu albasia sangat multifungsi

Jenis kayu komersial yang satu ini punya banyak fungsinya lho. Sebab kayu sengon dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di bidang tertentu, salah satu contohnya digunakan sebagai bahan baku industri pulp, kertas hingga furniture. Dan bisa juga dipakai sebagai bahan baku kontruksi ringan dan sebagai elemen dekorasi interior hunian.

Kekurangan kayu sengon

kelemahan kayu sengon atau albasia

1. Mudah bereaksi

Salah satu kelemahan yang dimiliki kayu albasia yakni mudah bereaksi, terlebih lagi jika terkena zat seperti semen. Suhu panas yang dihasilkan dari semen dapat mengakibatkan kayu sengon melengkung atau bengkok dan sulit untuk diluruskan kembali.

2. Rentan rusak

Kayu sengon mudah rusak dikarenakan kualitasnya yang tidak terlalu tinggi seperti kayu jati, kayu ulin atau kayu merbau. Bahkan akan cepat rusak bila terkena perubahan suhu atau cuaca yang ekstrim dan biasanya kayu albasia muda akan lebih cepat rusak. Maka dari itu, sangat direkomendasi menggunakan kayu sengon yang umurnya sudah siap panen atau produksi.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan kayu albasia.

Baca juga : Plus Minus Kayu Manglid

Manfaat Kayu Albasia

Terdapat beberapa manfaat yang bisa dihasilkan dari kayu albasia, salah satu manfaat kayu sengon yang cukup sering digunakan oleh para produsen kayu atau pengrajin kayu yaitu dipakai sebagai bahan baku pembuatan furniture klasik, mebel atau perabotan kebutuhan rumah tangga. Contohnya seperti dibawah ini :

Meja & kursi dari kayu albasia

kursi dan meja terbuat dari kayu albasia atau sengon

Seperti yang sudah dijelaskan diawal, bahwa kayu sengon albasia ini sering dipakai untuk membuat furniture seperti meja dan kursi. Penggunaan kayu albasia sebagai furniture rumah merupaka keputusan yang cukup tepat, mengingat karakteristiknya yang cocok dan bisa menyesuaikan dengan konsep hunian.

Lemari & pintu kayu sengon

lemari minimalis kayu albasia

Selain meja dan kursi, tentunya kayu sengon ini bisa juga digunakan untuk membuat lemari dan pintu minimalis untuk sebuah hunian atau bangunan. Selain awet, tetapi juga kuat dan bisa bertahan dari serangan rayap. Tampilan dari kayu albasia ini juga tidak mengecewakan terlebih lagi jika sudah melewati proses finishing akhir.

Baca juga : Macam-Macam Furniture Kayu Jati

Veneer kayu albasia

manfaat kayu albasia sebagai veneer

Untuk kalian yang ingin memiliki tampila ruangan motif kayu yang unik dan terkesan alami, bisa menggunakan veneer kayu sengon. Venir kayu ini merupakan sebuah lembaran kayu berukuran cukup tipis sekitar 3 mm. Veneer kayu sering kali menjadi pilihan sebagai material finishing baik untuk perabot ataupun material mentah seperti papan kayu blockboard ataupun papan kayu lapis guna membantu permukaan material tersebut menjadi lebih rata.

Manfaat kayu sengon untuk kontruksi ringan

Kayu sengon atau albasia juga sangat cocok digunakan sebagai bahan baku kontruksi ringan seperti pembuatan panel, tiang, furniture dan kebutuhan desain interior hunian. Tak jarang juga kayu albasia ini dimanfaatkan untuk menghiasi dinding tembok minimalis pada sebuah ruangan didalam rumah.

Baca juga : Kelebihan dan Kekurangan Kayu Sintetis

Harga kayu albasia

kisaran harga kayu albasia per meter kubik

Di pasaran, harga kayu albasia atau sengon per meter kubik sangat beragam, untuk harga log kayu sengon dijual dengan harga sekitar 1 jutaan (Rp. 1.000.000) dengan ukuran produk berdiameter 55 cm dan panjang 103 cm.

Untuk kayu sengon sendiri memiliki diameter 50 cm dengan ukuran panjang sekitar 300 cm. Jenis kayu yang satu ini banyak yang jual dan mudah didapatkan.

Bagaimana, tertarik ingin menggunakan kayu albasia untuk furniture atau kebutuhan lain?

Cukup sekian untuk pembahasan kita kali ini mengenai kayu sengon atau albasia, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari jenis kayu terbaik untuk furniture atau bahan baku dekorasi interior/eksterior hunian. Terimakasih.