Jenis kayu untuk dermaga – Pada dasarnya, dermaga merupakan struktur yang dirancang di pinggiran perairan seperti laut, sungai, dan danau.
Adapun fungsi dermaga yang berperan untuk memfasilitasi aktivitas kapal maupun perahu, sepeti bongkar muat barang, naik turun penumpang, hingga kebutuhan logistik lainnya.
Bentuk dan ukuran dermaga memang cukup bervariasi, karena akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Kayu menjadi salah satu jenis material yang memang paling umum digunakan untuk membangun dermaga.
Namun, tidak semua jenis kayu cocok digunakan untuk konstruksi dermaga lho.
Nah, berikut dibawah ini ada beberapa jenis kayu paling kuat yang ideal untuk membangun dermaga.
3 Jenis Kayu Terbaik Untuk Dermaga
1. Kayu Ulin
Kualitas dari kayu asal Kalimantan ini tak hanya terkenal di Indonesia saja, melainkan juga sudah terkenal di mata internasional.
Mengenai teksturnya, kayu ulin tampak terasa kasar dan sangat keras. Itu sebabnya, mengapa kayu ulin kerap dijuluki dengan nama “kayu besi“ sehingga proses pemotongannya pun tergolong cukup sulit.

Mengingat akan hal itu, maka wajar saja jika kayu ulin selalu diandalkan untuk menunjang berbagai kebutuhan konstruksi berat, termasuk pembangunan sebuah dermaga.
Pada tingkat kekuatannya, kayu ulin termasuk kedalam kelas I. Begitu pun dengan tingkat keawetannya yang juga masuk ke dalam kelas I.
Berkat teksturnya yang sekeras besi, secara otomatis kayu ulin tidak akan mudah ditembus oleh rayap maupun hama serangga pemakan kayu lainnya.
Bahkan yang lebih hebatnya lagi, kayu ulin sudah terbukti tahan terhadap air laut, kelembapan dan perubahan cuaca ekstrim.
Namun, kayu ulin akan mengalami perubahan warna menjadi kehitaman seiring dengan berjalannya waktu.
Untuk mengembalikan lagi warna alaminya, anda bisa mengecat ulang kayu ulin
Baca selengkapnya: Decking Kayu Ulin dibawah 900RIBUAN/m2, Cuman Disini!
2. Kayu Bengkirai
Selain ulin, bengkirai juga merupakan salah satu jenis kayu terkuat yang cocok digunakan untuk membangun dermaga.
Ciri khas dari jenis kayu bengkirai adalah tampilannya yang berwarna kuning cerah, sehingga ia kerap dijuluki dengan istilah Yellow Balau.

Untuk tingkat kekerasannya, kayu bengkirai ini memiliki tekstur yang begitu padat dan keras sehingga membuatnya tidak mudah ditembus oleh rayap.
Mengingat karakteristiknya tersebut, tentu saja kayu bengkirai sangat ideal diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan outdoor termasuk konstruksi dermaga.
Artikel terkait: Jual Kayu Bengkirai Untuk Kebutuhan Interior & Eksterior
3. Kayu Merbau
Habitat pohon Kayu merbau memang banyak dijumpai di daerah Kalimantan dan Papua.
Namun, kualitas kayu merbau Papua dinilai lebih bagus ketimbang kayu merbau Kalimantan.
Untuk tampilan fisiknya, Kayu Merbau tampil dengan mengusung warna merah kecokelatan yang berpadu dengan pola serat berbentuk lurus.

Tentu saja penggunaan Kayu Merbau dapat menghadirkan kesan yang lebih mewah, elegan, namun masih tetap natural.
Selain tampilannya yang indah, Kayu Merbau juga sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap maupun perubahan cuaca ekstrim.
Meski demikian, terdapat satu kekurangan dari Kayu Merbau yang harus diketahui.
Ya, Kayu Merbau biasanya akan mengeluarkan getah saat terkena air, sehingga tekstur permukaannya akan terasa lengket saat dipijak dengan kaki telanjang.
Tapi tak perlu khawatir, karena keluarnya getah ini sama sekali tidak mengurangi kualitas kayu merbau.
Oleh karena itu, kayu merbau harus melalui proses pengeringan terlebih dulu sebelum digunakan untuk membangun dermaga.
Baca selengkapnya: Lantai Kayu Merbau: Detail Spesifikasi Ukuran Harga Product
4 Keuntungan Konstruksi Dermaga Dari kayu

1. Biaya Awal yang Relatif Rendah
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa biaya awal yang relatif rendah menjadi salah satu keunggulan dari konstruksi dermaga berbahan kayu.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena material kayu menawarkan harga yag lebih murah jika dibandingkan dengan baja maupun beton.
Menariknya lagi, proses pemasangan dermaga kayu juga terbilang lebih cepat sehingga dapat mengurangi biaya operasional.
Baca juga: Ingin Gunakan Lantai Kaca? Berikut Jenis Kaca yang Paling Kuat
2. Fleksibilitas Desain dan Pemasangan
Dikarenakan sifatnya yang fleksibel, tentu saja material kayu bisa diolah menjadi berbagai bentuk dan ukuran dengan mudah.
Sehingga hal ini dapat memungkinkan desain dermaga yang sesuai dengan kebutuhan operasional maupun estetika.
Disisi lain, material kayu juga cenderung mudah dipotong serta dipasang, sehingga dapat mempermudah proses pembangunan proses konstruksi dermaga.
Tentu saja keunggulan tersebut sangat membantu terhadap konstruksi yang membutuhkan perubahan desain, atau terjadi penambahan fitur tertentu selama proses pembangunan dermaga.
3. Kemampuannya Beradaptasi Dengan Lingkungan
Material kayu mampu menyesuaikan dengan fluktuasi keembaban dan suhu, sehingga bisa mengurangi risiko retak maupun pemuaian dan penyusutan.
Sehingga konstruksi dermaga kayu dinilai lebih adaptif terhadap faktor lingkungan ketimbang material lainnya.
Tak hanya itu, material kayu juga mempunyai warna dan pola serat yang dapat menciptakan kesan lebih natural dan estetis.
Sehingga konstruksi dermaga kayu selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
4. Keberlanjutan dan Dampak Lingkungan
Sebagaimana yang sudah diketahui, bahwa kayu merupakan material alam yang bersumber dari hutan.
Itu artinya, hutan yang dikelola dengan baik bisa diperbarui dan menghasilkan kayu-kayu berkualitas secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.
Bahkan, material kayu dapat menyerap karbon dioksida selama proses fotosintesis, sehingga dapat membantu dalam mengurangi jejak karbon pada pembangunan konstruksi dermaga.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis kayu terbaik untuk dermaga beserta keuntungannya.
Jika Anda ingin melihat informasi seputar dekorasi kayu dan inspirasi lainnya, Anda bisa mengunjungi hargaparket.com

