Mengenal kayu ulin

Mengenal Kayu Ulin, Si Kayu Besi Dari Kalimantan

Mengenal Kayu Ulin – Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki beragam jenis hewan dan tumbuhan, baik itu hewan yang langka maupun tumbuhan yang unik.

Hutan di wilayah indonesia ini banyak menghasilkan tumbuhan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia maupun bermanfaat bagi ekosistem hewan.

Seperti yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini yaitu tumbuhan yang cukup unik dan memiliki beragam manfaat atau kegunaan bagi manusia yang cukup signifikan.

Mengenal Tumbuhan Khas Daerah Kalimantan

Pulau Kalimantan merupakan pulau yang termasuk ke dalam pulau sebagai paru-paru dunia karena memiliki hutan yang cukup luas, yaitu sekitar 40,8 juta hektar.

Dari sini kita sudah bisa memastikan bahwa hutan Kalimantan yang luas itu terdapat tumbuhan dan satwa hewan yang sangat beragam.

Bahkan ada salah satu tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi alam sekitar, habitat hewan dan tentunya bermanfaat juga untuk manusia, salah satu tumbuhan tersebut yaitu:

Pohon Ulin

Pohon ulin
Pohon ulin

Jenis tumbuhan yang satu ini merupakan ciri khas tumbuhan dari indonesia yang ekosistem pertumbuhannya berasal dari kepulauan Kalimantan dan termasuk ke dalam golongan suku lauraceae.

Tidak hanya berasal dari kepulauan kalimantan, pohon jenis ini juga bisa ditemukan di wilayah Sumatra di bagian timur dan selatan.

Pada umumnya, pohon ulin ini tumbuh pada ketinggian 5 – 400m di atas permukaan laut dengan medan datar miring, dan bisa tumbuh berpencar maupun berkelompok dalam hutan campuran, akan tetapi jenis pohon yang satu ini sangat jarang dijumpai di habitat rawa-rawa.

Kayu ulin ini memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi, bahkan orang-orang menyebut kayu ini dengan sebutan atau julukan “Kayu Besi”.

Ada baik kita mengetahui terlebih dahulu secara singkat saja sejarah tentang pohon ulin di Indonesia, ini dia ulasannya:

Sejarah pohon ulin di Indonesia

Pohon ulin
Taman Nasional Kutai

Sejarah pohon ulin di Indonesia pertama kali ditemukan pada tahun 1993 yang ditemukan di Taman Nasional Kutai dan menjadi termasuk ke dalam deretan pohon terbesar yang ada di Indonesia ini.

Perkiraan umur yang dimiliki pohon ulin yang ditemukan di Taman Nasional Kutai mencapai lebih dari 1000 tahun dan telah meningkat pertumbuhan diameternya dari 2,41 menjadi 2,47 meter dalam 20 tahun sejak penemuannya.

Baca juga : Kayu Merbau, tumbuhan unik & beragam manfaat khas kalimantan

Karakteristik Kayu Ulin

Kayu ulin
Log kayu ulin

1. Memiliki tekstur yang agak kasar,kuat dan juga keras

Jenis kayu ini selain memiliki tekstur yang kasar dan keras ini, akan tetapi memiliki daya tahan kekuatan dan keawetan yang cukup tinggi. Dan termasuk ke dalam golongan kayu keras dengan tingkat kuat kelas 1 dan tingkat awet kelas 1.

2. Tahan terhadap perubahan suhu

kayu ulin ini mampu bertahan dari perubahan suhu, cuaca, kelembapan, dan air laut berkat ketahanannya yang cukup bagus jenis kayu ini mampu bertahan hingga bertahun-tahun bahkan hingga puluhan tahun. Maka tidak salah kayu ciri khas dari Indonesia ini mendapatkan julukan kayu besi.

3. Tahan terhadap serangga dan rayap

Bukan kayu besi julukannya kalo tidak mampu bertahan dari serangan serangga, rayap maupun jamur, hal ini dikarenakan kayu ulin memiliki kandungan minyak yang mampu bertahan dari berbagai serangan yang dapat mengakibatkan kerusakan.

4. Memiliki ciri khas aroma yang unik

Tahukah Anda, bahwa kayu ini memiliki aroma yang khas yang dapat memberikan ketenangan dan bernuansa alami.

5. Memiliki nilai ekonomi yang tinggi

Dikarenakan kayu ulin ini memiliki ketahanan dan keawetan yang cukup tinggi dan populasi habitatnya kini mulai terbatas sehingga mengakibatkan kayu ini memiliki nilai harga yang tergolong cukup tinggi jika di perjual-belikan.

Baca Juga : Karakteristik Kayu Bengkirai, Yellow Balau

Manfaat kayu ulin

Manfaat kayu ulin
Beragam manfaat kayu ulin

Perlu diketahui, bahwa tumbuhan ciri khas dari kepulauan kalimantan ini memiliki beragam manfaat, yang dimana peran kayu ulin ini sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan maupun ekologi sekitar.

1. Dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture

Para pembuat furniture tertarik membuat bahan perabotan dari kayu ulin berkat kualitasnya yang cukup bagus yaitu keras,awet dan juga tahan terhadap rayap serta mampu bertahan dari perubahan suhu, sehingga barang atau perabotan yang terbuat dari kayu ulin akan mampu bertahan lama.

2. Dimanfaatkan sebagai bahan cendera mata atau aksesoris

Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture, ternyata kayu ulin ini bisa dimanfaatkan sebagai pembuatan aksesoris- aksesoris yang menarik, hal ini dikarenakan kayu ulin memiliki tekstur dan guratan kayu yang unik. Aksesoris yang terbuat dari kayu ulin ini antara lain yaitu kalung, gelang, tasbih bahkan kegunaanya bisa di gunakan sebagai bahan baku pembuatan perhiasan.

3. Dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi

Tidak hanya digunakan sebagai bahan furniture dan aksesoris, akan tetapi kayu ulin ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi seperti bantalan rel kereta api dan bahan baku bangunan seperti pembuatan tiang penyangga, dinding hingga digunakan sebagai lantai kayu outdoor atau decking. Tetapi tak jarang pula kayu ulin ini dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai media penutup atap rumah dan pelapis dinding kayu, produk tersebut bernama plafon kayu ulin lambersering.

Baca Juga : Harga Decking Kayu Ulin Terbaru

4. Dimanfaatkan sebagai obat tradisional

Manfaat unik lainnya yang dimiliki kayu ulin yaitu digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional untuk kesehatan. Biji pohon ulin ini bisa dimanfaatkan sebagai obat jika sudah melalui tahap penghalusan, bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti, bengkak, mencegah tumbuhnya uban dan dapat menghitamkan rambut.

5. bermanfaat bagi ekologi sekitar

Dari segi ekologi, pohon ulin ini dapat memberikan sumbangan bagi alam sekitar seperti contohnya mampu menyimpan cadangan air tanah yang dapat mencegah terjadinya erosi dan mencegah terjadinya longsor. Tidak hanya itu, pohon ulin ini bisa bermanfaat bagi ekosistem satwa di hutan seperti hewan orang utan.

Baca Juga : Manfaat Kayu Jati Yang Sering Digunakan

Apakah kayu ulin langka dan tidak dilindungi ?

Kayu ulin langka
Populasi pohon ulin

Berkat kualitas yang dimiliki kayu ulin ini sangat tinggi dan telah mulai populer di kalangan orang yang berkecimpung di dunia furniture, dekorasi dan kontruksi, maka permintaan jenis kayu ini mulai meningkat ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke mancanegara.

Untuk memenuhi permintaan yang semakin tinggi, maka penebangan kayu ini mulai tidak terkendali sehingga habitat populasi dari tumbuhan ini mulai terancam.

Baca juga : Manfaat Kayu Manglid Untuk Membuat Kusen

Langka & Populasinya Terancam

pohon ini menjadi sangat langka disebabkan pertumbuhan pohon ini yang tergolong cukup lambat, rata-rata pertumbuhan diameter dari jenis pohon ini hanya 0,058 per tahunnya.

Ditambah lagi, bibit pohon ulin tidak bisa dilakukan dengan cepat, hal ini karena buah ulin yang memiliki cangkang yang sangat keras sehingga memperlambat proses pertumbuhannya.

Tidak hanya itu, pohon ulin yang sudah ditebang tidak bisa langsung beregenerasi dengan cepat. Permintaan yang tinggi, penebangan yang tak terkendali dan pertumbuhan yang lambat membuat kayu ini populasinya mulai sedikit dan sangat langka.

Tidak lagi termasuk pohon yang dilindungi

Dikutip dari berbagai sumber, Pada awalnya jenis pohon ini termasuk ke dalam pohon yang dilindungi dan di jaga habitat serta populasinya. Akan tetapi itu semua tidak berlangsung lama sebab pemerintah pada tahun 2018 mengeluarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomer 106 yang menyebutkan bahwa pohon ulin tidak termasuk lagi pada tanaman yang dilindungi.


Jikalau Anda ingin memesan produk decking kayu ulin atau plafon kayu ulin, bisa langsung menghubungi salah satu pihak marketing kami. Tenang saja, kayu ulin yang kami peroleh sudah mendapatkan surat izin dari Perhutani.

Kontak Marketing : 081-222-464-280 (Maurin)

Baik itulah dia pembahasan kali ini mengenai pohon ulin, semoga bermanfaat. Sekian dan Terimakasih

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *