Jenis Atap Rumah – saat membangun atau merenovasi rumah, kita pasti mikir soal lantai, plafon, dinding, sampai dekorasi. Tapi sering kali kita lupa satu elemen penting yang nggak kalah krusial yaitu atap rumah.
Atap bukan cuma pelindung dari panas, hujan, dan angin. Lebih dari itu, jenis atap yang kita pilih bisa ngaruh banget ke tampilan rumah secara keseluruhan. Rumah bisa kelihatan lebih rapi, bersih, bahkan estetik, semuanya bisa dimulai dari atap yang tepat.
Makanya, pemilihan atap itu nggak bisa asal pilih. Mulai dari bahan dasarnya, kualitas, model, sampai warna, semua harus disesuaikan dengan konsep rumah yang kita inginkan.
Apalagi kalau kamu tinggal di daerah yang panas, penting banget pilih atap yang bisa meredam suhu tinggi. Intinya, cari jenis atap rumah yang tahan panas dan nyaman buat ditinggali sepanjang hari.
Atap Rumah dan Fungsinya

Atap adalah bagian paling atas dari sebuah bangunan yang berfungsi sebagai penutup dan pelindung dari cuaca, seperti hujan, panas matahari, angin, hingga salju.
Atap biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti genteng, seng, asbes, beton, atau bahan lainnya yang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
Selain sebagai perlindungan, atap juga merupakan bagian penting dalam menentukan tampilan visual dan gaya arsitektur suatu bangunan.
Baca juga: Apa itu atap fiber?
6 Rekomendasi Jenis Atap Rumah
1. Atap Sirap Kayu Ulin

Salah satu jenis atap rumah yang bisa kalian coba sebagai penyejuk ruangan antara lain yaitu menggunakan model atap sirap yang terbuat dari material kayu ulin khas Kalimantan.
Masyarakat lokal pulau Kalimantan hampir semuanya menggunakan jenis atap sirap kayu ulin ini sebagai pelindung rumahnya, selain mempunyai kualitas tinggi dari segi kekerasan, ketahanan dan keawetannya namun kayu ulin juga tahan air dan warna kayunya elegan.
Sehingga tidak heran jika pemanfaatan kayu ulin ini bukan hanya semata sebagai atap sirap saja, namun kerap kali dipakai sebagai decking kayu ulin atau lantai kayu outdoor.
Terdapat beberapa alasan mengapa atap sirap kayu ulin memiliki kemampuan tahan panas dan membuat rumah terasa sejuk, karena permukaannya terdapat rongga pori-pori yang berukuran relatif besar. Sehingga dapat mengalirkan udara dengan lancar.
Sirkulasi udara dapat keluar masuk setiap saat, membuat suhu ruangan menjadi turun dan terasa sejuk ketika siang hari. Terlebih jika musim kemarau.
Namun sayangnya, harga atap sirap kayu ulin ini cenderung mahal dan cara pasang model atap ini relatif sulit. Tetapi sebanding dengan kualitas dan hasil akhir dari pemasangannya yang rapi dan membuat rumah nyaman untuk ditinggali.
Artikel terkait : 3 Jenis atap sirap kayu
2. Genteng Tanah Liat

Hampir semua rumah yang ada di Indonesia menggunakan jenis atap rumah genteng yang terbuat dari tanah liat. Hal ini bukan tanpa alasan, tanah liat dinilai mampu menyerap panas dengan cukup baik.
Suhu panas tersebut dapat dikeluarkan pada saat musim dingin, sehingga membuat ruangan terasa hangat. Itulah keunggulan dari genteng tanah liat.
Genteng-genteng tersebut biasanya disusun rapi di atas bangunan seperti rumah untuk menghasilkan susunan atap pada umumnya.
Bila dilihat dari segi fungsi dan kegunaannya, genteng tanah liat ini tidak kalah jauh dengan genteng generasi terbaru.
Pemasangan genteng tanah liat ini memang cenderung mudah dilakukan, namun tetap jangan sembarangan karena perlu disusun secara rapi agar tidak terjadi kebocoran.
Kekurangan genteng tanah liat ini yaitu perlu diberi perawatan khusus dan dilakukan secara berskala, hal ini lantaran Sifatnya yang berasal dari alam membuat genteng tanah liat ini dapat ditumbuhi lumut hingga jamur.
Disamping itu, harga genteng tanah liat di pasaran atau di toko-toko bangunan terdekat menawarkan harga yang terjangkau. Bisa dibeli per satuan hingga lusinan.
Baca juga : Harga lambersering plafon dan dinding kayu
3. Material Atap Keramik

Dari dulu hingga sekarang penggunaan material keramik sebagai atap rumah masih terus dipakai berkat sifat dan karakteristiknya.
Jenis atap keramik ini bisa menjadi solusi alternatif pilihan rumah sejuk anti panas karena kemampuannya yang mampu menyerap suhu panas dan bisa menyebar ketika suhu udara mulai dingin, sehingga membuat ruangan nyaman.
Maka tidak heran jika pemakaian model atap keramik ini banyak dipergunakan pada desain hunian minimalis modern, membuat ruangan terasa sejuk dan anti panas.
Bila dilihat dari segi kualitas, keramik atap rumah ini terbilang cukup awet. Tingkat keawetannya bisa mencapai puluhan tahun. Sehingga cocok diaplikasikan pada jenis bangunan modern saat ini.
Terlebih lagi harga material keramik untuk atap sendiri cenderung ekonomis dan mudah didapatkan, cocok sebagai alternatif pengganti material atap lain.
Baca juga : 7 Model unik atap teras belakang rumah
4. UPVC Avantguard

Hampir mirip seperti atap sirap kayu ulin, jenis atap uPVC Avantguard ini memiliki rongga pori-pori yang berfungsi sebagai sirkulasi udara. Sehingga suasana didalam ruangan akan selalu sejuk meski diluar cuaca sedang panas.
Jenis atap rumah tahan panas ini mempunyai bentuk bergelombang dan sifat materialnya cukup kokoh, bentuk bergelombang ini bukan tanpa alasan melainkan berfungsi sebagai pengatur mekanisme dalam penyerapan suhu panas diluar rumah.
Sifatnya yang kokoh membuatnya mampu bertahan lama hingga puluhan tahun, sehingga tidak sedikit rumah pakai model atap uPVC yang satu ini sebagai penahan hujan maupun panas.
Harga atap UPVC Avantguard per meter sendiri tergolong terjangkau alias murah, namun tergantung pada ukuran, model atau jenisnya.
Baca juga : Ciri-ciri model atap pelana
5. Atap uPVC Holodeck

Selain jenis atap UPVC Avanguard, terdapat juga jenis lainnya yaitu bernama UPVC holodeck. Perbandingannya bisa dilihat dari segi kelebihan, yang dimana holodeck tahan api sehingga tidak mudah terbakar.
Bila dilihat dari fisik material, bentuk holodeck ini cukup bergelombang, mampu menahan suhu panas di waktu siang hari hingga 5 derajat.
Selain itu, keuntungan lainnya dari jenis atap tahan panas ini adalah mampu tahan terhadap korosi. Bahkan para peneliti menilai bahwa material atap yang satu ini dapat menahan 90% asam. Sehingga aman dan nyaman dipakai untuk hunian.
Jika dibandingkan dengan uPVC Avantguard, perbedaan harga atap holodeck memang tergolong cukup mahal. Tetapi sebanding dengan kelebihan dan keunggulan yang dimilikinya.
Baca juga : 5 Jenis kayu rangka atap
6. Jenis Atap Beton

Terakhir, terdapat salah satu jenis atap rumah anti panas yang bisa kalian gunakan yakni menggunakan material beton. Bedanya memakai genteng beton adalah memantulkan suhu panas bukan menyerap seperti genteng tanah liat atau yang lainnya.
Jika dibandingkan dengan genteng tanah liat, tentu jenis genteng yang terbuat dari beton dinilai lebih kokoh dan awet. Masa pemakaiannya bisa puluhan tahun, bahkan bisa lebih lama dari itu.
Sementara dari segi harga juga tidak beda jauh dengan harga genteng tanah liat, sehingga banyak konsumen atau pelanggan yang mulai beralih menggunakan jenis atap berbahan beton ini.
Kelebihan jenis atap beton ini cocok diterapkan pada rumah di daerah tropis, perubahan cuaca tidak membuatnya menjadi cepat rusak bahkan jarang ditemukan kasus seperti ditumbuhi lumut.
Jadi, mau pilih yang mana?
Itulah dia beberapa jenis atap rumah anti panas, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat ya. Terimakasih sudah membaca artikel ini hingga usai.

