Mengenal Klasifikasi Keramik, Bahan, Sifat & Pengertiannya – Penggunaan keramik bukan hanya untuk lantai saja, melainkan beragam manfaat yang bisa diolah dari keramik itu sendiri.
Bahkan di era yang modern tak jarang dipergunakan di dalam dunia industri, contohnya seperti transitor, isolator listrik, ceramic metal, busi kendaraan dan lain sebagainya.
Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas beberapa fakta menarik mengenai keramik, mulai dari pengertian, klasifikasi, bahan pembuatan dan sifat atau karakter ceramic. Penasaran? Simak ulasannya dibawah ini :
Pengertian keramik
Keramik atau dalam bahasa Yunani Keramikos merupakan suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.
Definisi keramik sendiri yakni sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan suatu barang atau produk dari tanah liat yang dibakar seperti tembikar, gerabah, genteng dan lain sebagainya.

Pada umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal serta kimia dibandingkan dengan elemennya. Bahan baku keramik yang paling umum digunakan yaitu Clay, Ball, Feldspar, Kaolin, Kwarsa dan air.
Sedangkan sifat keramik sendiri sangat ditentukan oleh komposisi kimia, struktur kristal dan mineral bawaannya.
Sehingga sifat keramik juga tergantung kondisi lingkungan geologi dimana bahan itu berasal. Secara umumnya strukturnya tergolong cukup rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas.
Kurangnya beberapa elektron bebas pada keramik menjadikan sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan menjadi konduktor panas yang buruk. Selain itu, keramik juga mempunyai sifat rapuh, keras dan kaku.
Terdapat pula bahan keramik yakni SiO2, Al2O3, CaO, MgO, K2O dan Na2O. Dapat terlihat dari unsur-unsur tersebut bahwa terdapat dua perpaduan antara logan dan non logam.
Sehingga dari ini bisa disimpulkan bahwa keramik juga sebagai bahan padat anorganik yang merupakan paduan dari unsur non logam dan logam.
Baca juga : Cara Membersihkan Keramik Lantai Kamar Mandi
Klasifikasi Keramik

Tahukah kalian bahwa keramik nusantara pada prinsipnya terbagi menjadi beberapa bagian, keramik halus, keramik tradisional dan keramik kontruksi. Terdapat penjelasan juga dari masing-masing klasifikasi keramik tersebut. Contohnya seperti dibawah ini :
1. Keramik halus
Klasifikasi Keramik halus atau fine ceramics merupakan keramik yang terbuat menggunakan bahan oksida-oksida logam seperti MgO, ZrO2, Al2O3 dan lain sebagainya.
Pemakaian elemen tersebut biasa digunakan untuk pemanas, komponen turbin, semikonduktor dan sangat bermanfaat juga di dalam bidang medis. Keramik modern atau keramik teknik ini juga kerap kali dibuat menggunakan bantuan teknologi mesin.
2. Keramik tradisional
Klasifikasi Keramik tradisional merupakan keramik yang terbuat dari bahan alam seperti Kaolin, Kwarsa, tanah liat dan lain-lain. Terdapat salah satu contoh keramik tradisional yaitu barang pecah (dinnerware), industri (refractory) dan keperluan rumah tangga (tile, bricks).
3. Keramik kontruksi
Sebetulnya klasifikasi keramik kontruksi merupakan bagian dari keramik tradisional yang dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di bidang kontruksi yang didasari dari lingkup berikut ini :
- Peralatan sanitasi (Kesehatan)
- Elemen untuk lantai, atap, dinding
- Alat angkut cairan dan pembuangan (Pipa periuk)
- Ubin
Baca juga : 8 Jenis Lantai Alternatif Pengganti Keramik
Bahan-bahan untuk membuat keramik

Dalam pembuatan keramik terdapat beberapa beberapa bahan yang diperlukan bagi si pembuat keramik tersebut, setidaknya ada 3 bahan yang dibutuhkan diantaranya ada pasir, feldspar dan tanah liat. Simak ulasannya dibawah ini :
#Tanah liat
Pada umumnya didalam tanah liat (clay) terdapat 4 kandungan utama yaitu Halloysite, Kaolinite, illite dan montmorillinote. Pada setiap kandungan yang dimiliki tanah liat mempunyai sifat yang berbeda-beda.
Salah satu sifat yang paling penting dalam tanah liat adalah plastisitas yang dalam artian kemudahan dalam pembentukan tanpa mudah pecah atau retak, kemampuan untuk dilebur (fusibilitas), bahan baku pasir (kuarsa) dan sebagai bahan non plastik (fungsi).
#Feldspar
Feldspar merupakan bahan baku yang berfungsi sebagai pengikat dalam membuat keramik dan berguna untuk menurunkan temperatur pembakaran.
Terdapat beberapa jenis bahan feldspar yang diketahui secara umum diantaranya yaitu Na-feldspar, Ca-feldspar dan K-feldspar.
#Pasir
Selain dipergunakan untuk merekatkan semen, membuat batu bata dan kebutuhan kontruksi lainnya, namun bahan baku material pasir juga dapat dipergunakan untuk membuat keramik.
Peran pasir pada pembuatan keramik yaitu sebagai pengisi, jika terlalu banyak penambahan maka silikat pada pasir dapat menyebabkan keretakan pada saat proses pembakaran berlangsung.
Baca juga :
Sifat keramik

Sifat fisik yang umum dan mudah diamati dari sebagian besar jenis keramik adalah kerapuhan. Hal serupa dapat kita temukan pada jenis keramik tradisional seperti barang pecah belah, tembikar, gelas, kendi dan lain sebagainya.
Sifat rapuh ini tidak berlaku untuk jenis keramik tertentu, terutama keramik yang disinter dan campuran keramik dan logam yang disinter. Sifat lain yang sangat menarik dari klasifikasi keramik adalah ketahanannya terhadap suhu tinggi.
Baca juga : Material Lantai Kantor Selain Keramik
Harga keramik lantai

Fungsi dan kegunaan material klasifikasi keramik di era modern kebanyakan dipergunakan sebagai bahan konstruksi bangunan seperti interior lantai, dinding ruangan, keramik kamar mandi kesat hingga keramik anak tangga.
Harga lantai keramik per dus di toko-toko bangunan terdekat di jual sekitar Rp. 60 ribu hingga Rp. 200 ribuan per dus. Tergantung merk dan ukuran. Dimensi ukurannya ada yang 30×30 cm, 40×40 cm, 50×50 cm, 60×60 cm.
Artikel terkait : Harga parket lantai kayu per meter
Bagaimana, jadi tertarik ingin pakai bahan keramik sebagai bahan bangunan, lantai, dinding, ubin, porselen dan lain-lain?
Demikian ulasan kita kali ini mengenai klasifikasi keramik beserta bahan pembuatan, sifat keramik dan pengertian keramik. Semoga pembahasan diatas dapat bermanfaat ya. Cukup sekian dan terimakasih.

