Kayu Kaso – Kayu adalah salah satu material bangunan yang paling sering dipakai sejak dulu. Bukan tanpa alasan, selain kuat dan tahan lama, kayu juga punya tampilan yang alami dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan.
Nggak heran kalau sampai sekarang, material ini masih jadi pilihan utama di berbagai proyek konstruksi.
Nah, salah satu jenis kayu yang paling sering digunakan dalam pembangunan adalah kayu kaso. Biasanya, kayu kaso dipakai untuk rangka atap, plafon, dan struktur bangunan lainnya.
Menariknya, kayu kaso punya beberapa jenis yang masing-masing punya kelebihan sendiri.
Di artikel ini, kita akan bahas tentang fungsi kayu kaso dan juga rekomendasi empat jenis kayu kaso terbaik yang bisa kamu pertimbangkan. Yuk, simak ulasannya sampai tuntas!
Mengenal Kayu Kaso

Sesuai dengan namanya, kayu kaso ini merupakan material bangunan yang terbuat dari bahan kayu asli. Mengenai fungsinya, kaso biasa digunakan sebagai rangka dasar atap bangunan.
Bukan hanya itu saja, kaso juga bisa digunakan untuk penopang plafon hingga digunakan untuk proses pengecoran. Meski saat ini sudah hadir kaso berbahan besi hollow, namun masih banyak diminati dalam dunia konstruksi khususnya untuk bangunan rumah.
Menurut informasi yang didapat, dijual dengan dua ukuran berbeda, yakni 4 x 6 cm dan 5 x 7 cm dengan panjangnya yang mencapai sekitar 4 meter. Adapun mengenai harga kayu kaso yang akan dibedakan dari segi ukuran serta jenis kayu yang digunakan.
Artikel terkait :
Keunggulan Kaso
Kayu kaso cukup populer karena mudah digunakan dan tidak memerlukan alat khusus saat pemasangan.
Cukup dengan palu, paku, dan gergaji, prosesnya bisa selesai lebih cepat. Beberapa jenis kaso juga tahan terhadap pelapukan dan serangan rayap, sehingga cocok dijadikan alternatif besi hollow.
Meski kuat menahan beban, bobotnya relatif ringan dan tersedia dalam berbagai ukuran, jadi mudah disesuaikan dengan kebutuhan bangunan.
Kekurangan Kaso
Meski banyak kelebihan, kaso tetap punya kekurangan. Harganya bisa naik turun tergantung musim dan permintaan pasar.
Dari sisi tampilan, material ini terlihat kurang modern, sehingga kurang cocok untuk desain minimalis.
Selain itu, karena berbahan dasar kayu, penggunaannya yang berlebihan bisa berdampak pada kelestarian lingkungan.
Baca Juga : Seperti Inilah Keunggulan dan Kekurangan Lantai Kayu
Deretan Kayu Kaso Terbaik Banyak Dicari
1. Kayu Meranti

Dalam industri perkayuan, kayu meranti terkenal dengan tingkat keawetannya yang begitu mumpuni. Terutama untuk jenis kayu meranti merah, yang mana daya tahannya itu jauh lebih baik ketimbang meranti putih maupun meranti kuning.
Menurut informasi yang didapat, kekuatan kayu akan dikategorikan menjadi lima tingkatan. Ya, semakin kecil tingkatan kelasnya, maka kekuatan kayu tersebut akan semakin bagus. Tingkat kekuatan jenis kayu meranti merah termasuk kedalam golongan kelas II – IV, sehingga daya tahannya mampu mencapai 11 tahun.
Dinilai dari tingkat keawetannya, kayu meranti merah termasuk ke dalam kelas III – IV yang dapat bertahan hingga 10 tahun. Adapun proses pengawetan kayu meranti yang biasanya menggunakan campuran minyak diesel dan kreosot.
Artikel Menarik Lainnya : Inilah Khasiat Kayu Hitam Khas Kalimantan yang Harus Diketahui
2. Kayu Jati

Ngomong-ngomong soal jenis dengan kualitas terbaik, tentu saja pikiran kita akan langsung tertuju pada jati bukan? Ya jelas demikian, sebab kayu jati memiliki kualitas yang diatas rata-rata jenis kayu lainnya.
Untuk bagian terasnya, kayu jati ini tampil dengan warna emas gelap sedangkan bagian gubalnya mengusung warna krem atau bahkan putih kecoklatan. Pada tingkat keawetannya, kayu jati termasuk kedalam kategori kelas I.
Menariknya lagi, kayu jati mempunyai kandungan minyak pelumas yang berperan sebagai pelindung dari serangan rayap. Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika kayu jati tidak mudah ditembus oleh rayap, tidak mudah mengalami pelapukan, hingga tahan terhadap perubahan cuaca. Akan tetapi, tidak semua tipe kayu jati menawarkan kualitas yang sama.
Pasalnya, kayu jati akan dibedakan lagi kedalam beberapa kelas berbeda, yakni grade A, grade B, dan grade C. Sesuai dengan urutan kelasnya, dimana jati grade A memiliki kualitas yang lebih bagus ketimbang grade B dan grade C.
Baca Selengkapnya : Ketahui Perbandingan Kayu Jati TPK Perhutani & Kayu Jati Rakyat
3. Kayu Bengkirai

Kayu bengkirai mempunyai ciri khas dari segi tampilannya, yakni mengusung warna kuning kecoklatan. Itu sebabnya, mengapa kayu bengkirai sering disebut dengan istilah yellow balau.
Kayu bengkirai juga mempunyai tekstur padat, yang mana ia dapat kering dalam waktu mulai dari 12 hari sampai 1 bulan pada suhu normal untuk kemudian diolah lagi menjadi berbagai kebutuhan properti dan konstruksi.
Bukan hanya itu, bahkan kayu bengkirai juga mempunyai tekstur yang agak kasar dengan bobotnya yang lebih berat ketimbang kayu jati maupun kayu lainnya sehingga membuatnya sering digunakan untuk pondasi rangka atap.
Baca Selengkapnya : Mengetahui Karakteristik Kayu Bengkirai Khas Kalimantan
Artikel terkait :
4. Kayu Kamper

Jenis kayu kaso terbaik berikutnya yang akan dibahas, yakni berupa kayu kamper. Adapun mengenai salah satu keunggulan dari kayu kamper yang tidak dimiliki oleh jenis kayu lain, yaitu memiliki visual yang indah dengan pola seratnya yang menarik.
Itu sebabnya, mengapa kayu Kamper tidak membutuhkan finishing kayu yang lama untuk tetap indah dan estetik.Tak hanya unggul dari segi tampilannya saja, bahkan kayu Kamper juga tingkat keawetannya yang sangat tinggi.
Kayu Kamper mampu tahan terhadap serangan rayap terutama jika diberi perawatan yang baik. Bahkan yang lebih hebatnya lagi. Kayu Kamper sudah terbukti tahan banting dan termasuk kayu kelas I dan II sehingga tergolong kayu berkualitas.
Daya tahan kayu ini sangat baik dan kualitasnya hampir sama dengan kayu Jati. Aroma Kamper yang sangat khas membuat rayap tidak berani mendekat bahkan jenis hama lainnya, sehingga membuatnya ideal digunakan untuk kaso.
Informasi Selengkapnya : Plus minus kayu kamper
Demikianlah ulasan singkat mengenai fungsi utama kayu kaso beserta jenis-jenis terbaiknya, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan referensi saat hendak membangun maupun merenovasi rumah.

