Model atap Pelana – Ketika hendak membangun sebuah hunian atau bangunan tempat tinggal, bukan hanya interior lantai saja yang perlu kita pertimbangkan sebab model atap juga perlu kita perhitungkan agar sesuai dengan desain rumah.
Mengingat atap sendiri merupakan bagian terpenting dalam sebuah bangunan, selain berfungsi sebagai pelindung rumah namun juga mampu menambah nilai estetika dan keindahan.
Pemilihan model atap hunian juga setidaknya harus kita sesuaikan dengan konsep bangunan atau gaya arsitektur yang akan diterapkan agar terlihat serasi dan berkarakter.

Di era yang modern ini terdapat salah satu jenis model atap rumah paling populer dan cukup banyak dipergunakan yaitu atap pelana.
Pernah dengar jenis atap bangunan yang satu ini?
Atap pelana sendiri merupakan model atap rumah yang paling sederhana, dengan hanya satu sisi miring dan dinding segitiga di sisi lainnya. Bentuknya menyerupai seperti pelana kuda, model atap ini banyak diaplikasikan pada hunian tempat tinggal di daerah Indonesia.
Mengenal atap pelana
Atap pelana adalah jenis penutup atap rumah yang memiliki model atau bentuk seperti pelana kuda, dengan sisi kemiringan 30-40 derajat agar terdapat ruang didalam plafon. Sedangkan sisi lainnya berupa dinding segitiga.

Kemiringan atap pelana bisa kita atur menjadi landai dan menjulang, namun disarankan jangan terlalu tinggi agar genteng tidak mudah rontok, dan tidak terlalu miring sehingga hujan akan membanjiri atap.
Solusi murah untuk membangun atap dapat membawa atap pelana seperti itu karena tidak banyak bahan yang dibutuhkan. Selain itu, karena kesederhanaan modelnya, proses pengerjaan relatif mudah dan cepat.
Dengan atap pelana ini risiko kebocoran air lebih kecil karena air hujan akan mengalir langsung ke bawah dan tidak akan ada pertemuan arah aliran air yang berbeda. Sehingga atap sederhana ini tidak membutuhkan talang bocor.
Bahan baku material atap pelana :
- Penutup atap : Keramik, beton, metal, genteng dan bitumen
- Kerangka atap : Rangka beton, baja ringan dan material kayu
Bahan material yang diperlukan selama proses pembangunan model pelana atap ini sangat beragam, kita hanya perlu memilih dan mempertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan budget anggaran.
Baca juga : 5 Jenis kayu pilihan untuk rangka atap
Namun, sebelum berencana menggunakan jenis atap rumah yang satu ini, perlu diketahui juga beberapa poin keunggulan dan kelemahan dari model pelana atap agar tidak menyesal. Simak ulasannya dibawah ini :
Kelebihan pelana atap

Ada beberapa poin kelebihan dari atap ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penggunanya, salah satu contohnya bentuk atau modelnya yang unik mirip seperti pelana kuda.
1. Fleksibel diterapkan
Salah satu keunggulan dari model pelana atap ini adalah penerapannya cukup fleksibel di berbagai jenis bangunan atau hunian berkat modelnya yang tergolong sederhana.
Disamping itu pula, jenis atap pelana juga cocok dipasang pada desain rumah minimalis modern, klasik, dan gaya arsitektur lainnya.
2. Tidak rawan bocor
Tingkat kebocoran pada penggunaan model pelana atap ini tergolong minim, hal ini dikarenakan strukturnya yang miring sehingga air hujan tidak tergenang pada bagian atap rumah.
Namun faktor ini juga perlu kita dukung dengan penggunaan bahan material yang mumpuni guna pelana atap mampu bertahan lama dan kokoh, serta tidak mudah rembes atau bocor.
3. Pengerjaan mudah

Berbeda dengan jenis atap rumah kebanyakan, model atap pelana yang satu ini proses pengerjaannya tergolong mudah dan cepat karena desain atau modelnya yang sederhana.
4. Biaya lebih ekonomis
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat atap pelana ini tidak memakan banyak material, sehingga Anda bisa menghemat anggaran untuk kebutuhan lainnya.
5. Menciptakan ruangan sejuk
Kemiringan atap pelana menjadikannya sebagai penyerap panas yang baik, sehingga ruangan tempat tinggal akan terasa lebih sejuk.
Untuk ruang terbuka di bawah atap pelana, gunakan plafon kayu lambersering, langit-langit PVC, atau langit-langit lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih sejuk.
Baca juga : Desain atap teras belakang rumah
Kekurangan atap pelana

Setelah kita membahas beberapa poin kelebihan yang dimiliki oleh jenis pelana atap rumah, selanjutnya kita ulas juga kekurangannya.
Penting untuk kalian ketahui sebelum melakukan pengerjaan atau pemasangan guna meminimalisir terjadinya resiko kerusakan atau menyesal ketika menerapkannya.
1. Resiko cuaca ekstrem
Jika kalian tinggal di sebuah daerah yang berangin kencang, ada baiknya mempertimbangkan atap pelana hunian ini. Segitiga pelana yang menopang atap harus seimbang dari kedua sisi dan harus kuat atau angin kencang atau badai dapat merusak struktur atap.
2. Resiko atap retak
Paparan sinar matahari dan curah air hujan yang terlalu lama dapat menyebabkan dinding segitiga yang menopang atap pelana retak. Akan tetapi hal tersebut masih bisa kita akali, solusinya dengan cat finishing eksterior yang mampu melindungi atap rumah dari perubahan cuaca.
3. Harus pakai material yang kuat

Model pelana atap jika keseringan terkena dampak cuaca ekstrem seperti badai atau angin kencang maka lambat laun struktur atap akan roboh. Maka dari itu, diusahakan kalian memilih material yang kokoh dan awet guna menunjang kenyamanan dan keamanan pada sebuah hunian.
4. Instalasi pemasangan perlu ketelitian
Meskipun terlihat mudah dalam hal instalasi, sebenarnya ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan. Salah satunya adalah pilihan jenis atap pelana, kemiringan yang disarankan adalah 30-40 derajat, yang perlu dihitung secara akurat.
Selain itu, jika hasilnya bagus dan tahan lama, kalian bisa menyewa jasa tenaga kerja yang berpengalaman untuk melakukan servis atau pengerjaan.
Baca juga : 8 Jenis plafon rumah paling banyak dicari!
Biaya pasang atap pelana
Harga atap pelana sangat dipengaruhi oleh bahan material yang digunakan, dan tentunya bisa sangat mahal jika menggunakan bahan alderon.
Sedangkan jenis pelana atap bisa lebih murah jika menggunakan asbes dan genteng. Meskipun menyesuaikan dengan bahan materialnya, biaya instalasi atap pelana ini jauh lebih ekonomis ketimbang model atap bangunan lainnya.
Artikel terkait : Harga atap sirap, plafon kayu lambersering & dinding
Demikian pembahasan kita kali ini tentang model pelana atap minimalis bangunan, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat ya. Terimakasih sudah membaca artikel ini hingga akhir.

