Jenis Kayu Lunak – Salah satu bahan material yang paling banyak dan cukup umum digunakan didalam kontruksi bangunan dan industri furniture atau mebel antara lain yaitu material kayu.
Pada umumnya material kayu dapat dikategorikan menjadi dua jenis, seperti kayu lunak dan kayu keras (Softwood & Hardwood). Kedua jenis material kayu cukup berbeda, baik dari segi kualitas dan kegunaannya.
Meski terlihat kayu keras atau hardwood sebagai golongan material kayu yang mempunyai kualitas lebih unggul ketimbang kayu lunak, namun softwood juga memiliki beberapa keunggulan dan manfaat yang beragam.
Tidak kalah saing pastinya dengan kayu keras, terbukti beberapa produsen atau pengrajin kayu gemar sekali memanfaatkan kayu lunak sebagai bahan baku pembuatan furniture, kusen, mebel, rangka atap, papan venner, panel kayu dan lain sebagainya.
Baca juga : Perbedaan kayu lunak dan kayu keras!
Apa saja sih jenis-jenis kayu lunak di Indonesia?
Jenis-jenis kayu lunak paling populer di “Tanah Air”
Seperti yang kita ketahui bahwa kayu keras terdiri dari beberapa jenis kayu solid keras yang banyak, begitu pun halnya pada kayu lunak yang tersedia dari variasi kayu yang berbeda-beda. Penasaran apa saja? Simak ulasannya dibawah ini :
1. Kayu sengon

Kayu sengon atau kerap disapa albasia ini merupakan jenis kayu lunak yang banyak dijumpai di daerah Kalimantan, Papua, Sumatera hingga Jawa Barat.
Meski tergolong kayu lunak, namun tekstur sengon sendiri cenderung agak kasar. Sementara bagian permukaannya terasa licin dan mengkilap bila di raba.
Warna kayu sengon ini putih keabuan, namun terdapat juga variasi lain yang memiliki warna coklat pucat. Salah satu keunggulan kayu sengon ini antara lain punya bobot berat ringan dengan kadar 15% dengan densitas sekitar 320-630 kg/m3.
Informasi Selengkapnya : Plus minus kayu sengon
2. Kayu mahoni

Salah satu alternatif pengganti kayu jati masa kini antara lain yakni kayu mahoni, jenis kayu lunak ini kebanyakan tumbuh di daerah kawasan pulau Jawa.
Karakteristik dari kayu mahoni ini cenderung unik, yang dimana warna kayunya akan semakin terang bila umurnya semakin tua dengan kayu berwarna merah hati. Dan tekstur cenderung halus, serta bagian serat kayunya cukup padat menyerupai jati.
Namun kekurangan kayu mahoni ini kurang tahan terhadap rayap, sehingga pemanfaatannya tidak cocok untuk luar ruangan atau outdoor. Biasanya mahoni digunakan untuk membuat furniture indoor, kusen, pintu, perkakas hingga perabotan dapur.
Baca juga : Kekurangan dan kelebihan kayu mahoni beserta harganya!
3. Kayu keruing

Kayu keruing atau apitong adalah jenis kayu lunak andalan para pengrajin karena sering dimanfaatkan sebagai bahan material pembuatan furniture, pembangunan rumah, atap, kusen, plafon lambersering dan lain sebagainya.
Tingkat kekuatan kayu keruing kelas I-II dengan tingkat keawetan kelas III. Inilah yang menjadi kelemahan kayu keruing sebab tingkat awetnya rendah, sehingga penggunaannya kurang cocok untuk luar ruangan.
Bila dilihat dari segi karakteristik warna, kayu keruing ini mempunyai warna merah kecoklatan dan warna abu tua. Hampir mirip dengan kayu merbau, hanya saja perbandingannya berbeda dari segi kualitas, serat, tekstur dan kegunaan kayu.
Baca juga : Perbandingan kayu keruing dengan kayu lain
4. Kayu pinus

Jenis kayu lunak selanjutnya yaitu kayu pinus, biasanya kayu komersial ini banyak ditemukan di daerah Sumatera serta tersebar pula di kawasan Asia Tenggara.
Meski tergolong kayu lunak, pinus wood ini cukup kuat menahan guncangan sehingga kerusakan dapat diminimalisir dan sifat kayunya cukup kaku sehingga cocok untuk dijadikan bahan perabotan.
Pada log pohon kayu pinus terdapat warna teras yang terlihat coklat kemerahan, sementara bagian gubal kayunya berwarna kuning keputihan. Karakteristik kayu pinus ini lah yang membuat para produsen kayu gemar menjadikan sebagai material furniture karena cocok dipadukan dengan konsep ruangan.
5. Kayu waru

Salah satu jenis kayu lunak yang cukup kuat terhadap air asin atau air laut yaitu kayu waru, pernah dengar kayu ini sebelumnya?
Di dalam dunia industri furniture atau mebel memang cukup jarang menemukan kayu waru dimanfaatkan, karena kebanyakan kayu ini dipergunakan untuk membuat perahu, rakit, kano dan digunakan di dekat pesisir pantai untuk berbagai macam keperluan.
Ciri-ciri warna kayu waru ini sangat beragam, terdapat warna abu dengan motif keunguan atau biru dan terdapat pula warna variasi lain berwarna coklat keunguan atau coklat kebiruan.
Bobot beratnya sedang hingga agak ringan, dengan tekstur permukaan yang cukup halus ketika diraba dan densitas kayunya cukup padat. Sementara tingkat kuat dan awetnya tergolong sedang.
6. Kayu cemara

Banyak yang bilang bahwa kayu cemara dengan pinus ini merupakan jenis kayu lunak yang sama, namun nyatanya perbandingan antara keduanya cukup berbeda.
Kayu cemara mempunyai ciri khas dan cukup spesifik, terlihat dari segi warna teras kayu yang terlihat berwarna merah muda hingga coklat kemerahan namun ada pula yang berwarna kehitaman pada bagian terasnya.
Sementara pada bagian gubal kayunya cenderung berwarna cerah dan lebih muda dengan motif coklat kekuningan. Tekstur permukaannya terlihat mengkilau dengan serat kayu lurus dan terdapat sambungan.
Dikarenakan tingkat awet kayu cemara ini rendah, sehingga pemanfaatannya tergolong cukup terbatas. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat kabinet, lantai parket, beberapa furniture indoor hingga kerajinan tangan atau cinderamata.
7. Kayu damar/agathis

Kayu damar (Agathis dammara) merupakan jenis kayu lunak khas Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah meliputi Sulawesi hingga Maluku. Dikenal dengan sebutan kayu agathis dan kayu kapuk.
Kayu bermutu tinggi ini biasanya digunakan untuk kebutuhan pertukangan, kontruksi ringan, perabotan rumah tangga, kerangka atap, kusen, peti kemas, palet dan lain sebagainya.
Informasi Selengkapnya : 5 Fakta menarik tentang kayu damar/agathis
Terdapat beberapa keunggulan dari kayu damar atau agathis ini, diantaranya punya bobot ringan, mudah dikeringkan, tekstur halus, dalam dalam hal pengolahan dan memiliki tingkat kualitas sedang baik dari segi kuat maupun keawetan. Terlebih lagi harga kayu lunak ini tergolong ekonomis alias murah bila dibandingkan dengan harga kayu kebanyakan, sehingga cocok untuk alternatif pilihan.
Jadi, tertarik menggunakan Kayu Lunak?

