Jenis Kayu Impor – Material kayu dari dulu hingga sekarang masih terus banyak dipergunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan di segala bidang, terutama untuk industri furniture, bahan bangunan, kerajinan hingga elemen dekorasi.
Selain kayu lokal atau jenis kayu komersial dalam negeri, terdapat beberapa jenis kayu impor yang dikirim dari negara luar dan banyak dipergunakan di berbagai sektor industri dan kontruksi.
Diantaranya ada kayu maple, beech, american white oak atau oak wood dan walnut. Keempat jenis kayu impor ini banyak kegunaan yang sering dimanfaatkan oleh sebagian besar para pengrajin atau produsen sebagai bahan material furniture.

Hal ini lantaran jenis kayu impor tersebut rata-rata mempunyai ciri khas warna yang menawan dengan karakteristik kayu menarik dan kualitas yang tergolong bagus.
Meskipun saat ini harga kayu impor di pasaran semakin meningkat seiring berjalannya waktu, namun cukup sebanding dengan kualitas dan bisa menjadi alternatif pengganti kayu konvensional.
Penasaran seperti apa saja jenis kayu impor? Simak ulasannya dibawah ini :
Jenis-jenis kayu impor
Selain memakai kayu dalam negeri seperti jati, ulin, bengkirai atau mahoni. Beberapa para pengrajin dan produsen kayu juga memanfaatkan olahan kayu impor untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan.
1. Kayu walnut

Pohon walnuts (Genus Juglans) merupakan jenis tumbuhan yang berasal dari Amerika Utara. Namun tersebar pula ke berbagai negara lainnya meliputi Kanada, Argentina, wilayah Eropa, Jepang dan lain sebagainya.
Sementara itu di Indonesia sendiri kayu walnut ini terdapat di kawasan Maluku dan Sulawesi, sedangkan di daerah lain jarang atau bahkan tidak ada.
Ciri-ciri dari kayu walnut ini mempunyai warna coklat gelap kehitaman pada bagian tengahnya, sedangkan bagian pinggir atau gubal kayu berwarna putih. Tekstur kayu cenderung sedikit kasar dan serat kayunya padat terpadu.
Terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki kayu walnut, diantaranya mudah dalam hal pengolahan, tingkat kekerasan relatif tinggi, tahan rayap dan tidak mudah rusak.
Namun kayu ini kurang cocok diaplikasikan pada luar ruangan atau outdoor, hal ini lantaran dapat mengakibatkan kondisi buruk pada kayu akibat pancaran sinar matahari dan curah hujan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.
Biasanya kayu ini sering dimanfaatkan untuk kebutuhan indoor seperti furniture atau perabotan rumah tangga berupa kursi, meja, lemari, rak. Namun tidak jarang pula dipakai untuk keperluan bahan bangunan.
Harga kayu walnut di pasaran sendiri relatif cukup mahal bila dibandingkan dengan harga kayu lokal lainnya, selain cukup sulit didapatkan karena barang impor namun juga di jual dengan harga yang tinggi.
Informasi Selengkapnya : Kelebihan dan kekurangan kayu walnut
2. Kayu beech

Kayu beech merupakan jenis kayu khas Scandinavian karena berasal dari wilayah Eropa meliputi negara Denmark, Norwegia dan Swedia. Di daerah tersebut pohon beech ini hidup bebas secara alami dengan rata-rata ukuran tingginya mencapai 40 meter.
Karakteristik warna kayu beech ini cenderung lebih cerah dengan warna coklat keputihan. Selain itu, pola serat kayunya juga terlihat begitu rapat dan menambah nilai keindahan pada kayu ini.
Disamping itu juga, kayu beech ini dikenal sebagai kayu yang bagus berkat bobot kayu yang berat dan kuat, serta mempunyai daya tahan yang cukup tinggi. Hampir tidak dapat mengalami perubahan bentuk, pembusukan atau pelapukan.
Oleh para pengrajin kayu, biasanya beech wood ini dipergunakan sebagai bahan material pembuatan kayu lapis atau venner, plywood, blockboard, furniture, parket
3. Kayu maple

Selain beech, kayu impor selanjutnya yang banyak dipergunakan antara lain yaitu kayu maple, yang merupakan jenis kayu khas negeri “Paman Sam” atau Amerika Serikat dan terdapat pula di kawasan negara Kanada, Eropa hingga Africa.
Mirip seperti kayu meranti, kayu maple ini juga terbagi menjadi dua jenis yang dibedakan berdasarkan sifat atau karakter. Ada kayu maple lunak dan keras.
Informasi Selengkapnya : Fakta menarik tentang kayu maple
#Kayu maple keras
Ciri-ciri kayu maple keras berwarna coklat agak kemerahan pada bagian lapisan permukaannya, sedangkan bagian inti kayunya berwarna coklat terang.
Tekstur kayu terasa halus kita disentuh dan memiliki bobot kayu yang berat nan kuat. Kelebihan kayu maple keras ini dapat digunakan untuk kebutuhan outdoor karena mampu bertahan dari curah hujan, uap, udara dan tidak mudah mengalami lapuk.
Sementara kelemahan kayu maple keras yaitu kurang tahan terhadap serangan rayap atau serangga dan tidak mampu bertahan hingga puluhan tahun. Biasanya jenis kayu maple keras ini dimanfaatkan untuk membuat flooring parquet dan alat musik.
#Kayu maple lunak
Karakteristik jenis kayu maple lunak antara lain punya warna kayu putih, namun akan berubah menjadi warna putih kecoklatan setelah melewati proses pengeringan. Pola tekstur kayu maple lunak umumnya berbentuk lurus.
Perbandingan jenis kayu maple lunak dan keras terlihat cukup signifikan, kayu maple lunak cenderung lebih awet, tahan guncangan dan tingkat kepadatan kayu lebih rapat, serta tidak mudah patah.
Namun kekurangan kayu maple lunak ini mudah mengalami pembusukan, sehingga pemanfaatannya cukup terbatas. Biasanya ia dipergunakan untuk membuat kabinet, panel interior, bahan mebel, palet hingga perabotan dapur.
Baca juga : Perbedaan kayu lunak dan kayu keras
4. Kayu oak

Jenis kayu impor yang terakhir yakni kayu oak atau Amerikan Whita Oak. Seperti namanya, jenis kayu yang satu ini berasal dari negara Paman Sam. Dan didistribusikan pula ke berbagai wilayah lainnya seperti Hamilton dan Kanada.
Ciri khas kayu oak ini antara lain punya tampilan warna langsat pucat dan terdapat bercak garis lurus pada bagian teras atau inti kayu. Sementara itu, tekstur permukaannya cenderung cukup kasar dan serat kayu lurus.
Tingkat kekerasan kayu oak ini kelas I-II, mirip seperti kualitas kayu jati. Keunggulannya juga tahan terhadap rayap, tidak mudah lapuk, awet. Kegunaan kayu oak ini sangat beragam, mulai dijadikan kusen pintu atau jendela, furniture, bahan kontruksi hingga lantai kayu.
Informasi Selengkapnya : Plus minus kayu oak dan jenis-jenisnya

