langkah mudah membangun suasana rumah sehat

Di Saat Pandemi, Rumah Yang Sehat Harus Dimiliki

Sebuah hunian tidak melulu soal keindahan akan sebuah tampilan, tetapi juga harus memperhatikan dari segi kebersihan dan kenyamanan. Kita memang menginginkan yang terbaik untuk sebuah hunian, baik itu dari segi tampilan, kenyamanan dan lingkuangan.

Rumah yang menjadi tempat tinggal kita harus di buat senyaman mungkin agar kita merasa betah di saat menghabiskan waktu di dalam rumah, berbagai tatacara dapat kita lakukan guna mewujudkan hal tersebut. Salah satunya yaitu membangun suasana hunian yang sehat dan ramah lingkuangan, ini menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kenyamanan di dalam sebuah tempat tinggal.

Apa Yang Dimaksud Rumah Sehat?

Rumah sehat adalah rumah yang memenuhi persyaratan kesehatan sehingga terwujudnya suatu keadaan yang nyaman dan aman untuk di huni, sehingga kecil kemungkinan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Apa itu yang dimaksud rumah sehat?

Keadaan rumah yang kotor dan berantakan atau jarang terawat dapat memicu potensi munculnya suatu bakteri yang akan menjadi warning bagi kesehatan keluarga. Maka dari itu, sudah saatnya kita merawat dan menjaga lingkungan di sekitar rumah kita agar terhindar dari mahabahaya penyakit yang akan mengintai kita sepanjang waktu.

Terlebih lagi, di saat ini kita sedang mengalami suatu wabah penyakit yang cukup mematikan, yang dimana penyakit tersebut berawal dari sebuah virus bernama Covid-19. Virus ini menyebar di hampir semua penjuru di dunia, termasuk negara kita tercinta Indonesia.

Kriteria rumah sehat menurut Kemenkes

Berbagai macam permasalahan kesehatan dan kebersihan tentunya terdapat beberapa standar tertentu yang cukup wajib untuk kita ketahui, ikuti dan patuhi. Kementrian kesehatan atau kemenkes juga telah mengungkapkan peryataan mengenai kategori rumah sehat, yang tentunya sebagai warga negara yang baik kita harus mengikuti prosedur rumah sehat tersebut.

Kategori rumah sehat menurut kementrian kesehatan

Dikutip dari berbagai sumber, Menteri Kesehatan RI nomor 829/Menkes/SK/VII/1999. Mereka mengungkapkan bahwasanya guna menciptakan sebuah hunian yang sehat, di usahakan tidak memakai bahan yang dapat menimbulkan penyakit atau tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen.

Kementrian kesehatan juga mengajurkan masyarakat Indonesia untuk memakai material lantai yang kedap air dan tidak terlalu untuk di bersihkan. Lantai yang bersifat dingin dan kedap air dapat berdampak buruk bagi kesehatan, contohnya seperti akan menimbulkan resiko penyakit rematik dan lain sebagainya.

Tips Menciptakan Sebuah Rumah Sehat & Ramah Lingkungan

Untuk membangun sebuah hunian yang sehat dan tentunya ramah lingkungan, terdapat beragam cara yang dapat kita lakukan. Salah satunya yaitu selalu rutin untuk membersihkan permukaan lantai rumah, selain itu terdapat juga beberapa langkah dalam mewujudkan rumah sehat idaman keluarga. Diantaranya:

Rutin merawat furniture & perabotan lain

Di dalam sebuah rumah tentunya memiliki berbagai macam jenis furniture dan perabotan, segala macam barang yang kita perlukan ada di dalam rumah. Akan tetapi, tidak lupa untuk selalu menjaga dan merawat setiap jenis barang atau furniture yang kita miliki di dalam rumah. Hal ini bertujuan untuk mencegah penumpukan debu atau kotoran yang menempel di setiap barang.

agar tidak timbul penyakit, selalu rutin membersihkan rumah

Perlu di ingat, bahwa segala macam barang dan furniture bila tidak di rawat dengan baik dan benar maka besar kemungkinan barang tersebut akan cepat rusak, tidak terurus dan menjadi sarang para penyakit.

Jangan hanya barang saja yang di beri perawatan, tetapi sesekali juga harus melakukan pembersihaan di setiap penjuru rumah, bagian langit-langit rumah juga sangat penting untuk di bersihkan.

Diusahakan tidak menggunakan material yang mengandung bahan kimia

Agar rumah yang kita huni masuk ke dalam kategori rumah sehat, senantiasa untuk kita agar tidak memakai suatu material yang memiliki kandungan bahan kimia di dalamnya. Contohnya menggunakan lantai vinyl, yang dimana jenis material lantai tersebut terdapat kandungan bahan kimia bernama PVC. Meskipun akhir-akhir ini para produsen lantai sintetis vinyl telah mengurangi bahan kimianya.

kategori rumah sehat menurut kemenkes yaitu tidak memakai bahan kimia

Tidak hanya pada lantai saja, tetapi berbagai macam barang atau furniture juga. Pastikan kita tidak menggunakan material yang memiliki bahan kimia di dalamnya, cara ini menjadi selangkah lebih dekat dengan kriteria hunian yang sehat dan ramah lingkungan.

Agar hama tidak tidak hidup & berkembang biak, hindari space kosong

Salah satu cara mencegah hama untuk bertahan hidup di dalam rumah dan akan berkembang biak yaitu dengan cara mengisi kekosongan ruangan di dalam hunian, ruangan yang tidak terpakai atau space yang kosong berpotensi akan di tinggali oleh hama. Dari pada ruang tersebut di tinggali oleh hama, lebih baik kita manfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti menyimpan barang.

Tips mencegah hama hidup & berkembang biak

Meskipun terdapat alternatif cara lain yaitu dengan cara menggunakan pestisida, akan tetapi mengusir hama memakai pestisida cukup merepotkan. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Bila memutuskan ingin menggunakan pestisida, kita harus melihat dampak setelahnya, bisa saja pestisida tersebut setelah kita gunakan akan menyisakan zat kimia berbahaya.

Baca juga : Tips membangun konsep hunian alami

Buat ventilasi udara yang cukup

Udara yang berada di dalam rumah harus tersirkulasi dengan baik, hal ini bertujuan untuk menciptakan udara yang bersih dan sehat. Karena tidak hanya oksigan atau udara saja yang akan kita hirup, tetapi di dalam udara tersebut terdapat partikel kecil yang terkontaminasi.

hasilkan udara yang sehat dengan membuat ventilasi ruangan

Oleh karena itu, buat ventilasi udara yang cukup agar udara yang berada di dalam rumah silih berganti setiap saat dan menghasilkan udara yang bersih, dengan begitu kita tidak perlu mengkhawatirkan akan kesehatan tubuh.

Baca juga : Cara mengubah tampilan rumah menjadi indah & mewah

Pisahkan sampah organik & anorganik

Hampir kebanyakan dari kita ketika sedang berada di dalam rumah pastinya membuang sampah hanya pada satu tempat saja, baik itu sampah yang basah maupun yang kering tentu kita membuangnya pada satu tempat yang sama. Perlu di ketahui, bahwa tindakan tersebut dapat memicu timbulnya penyakit. Karena dampak menyatukan berbagai macam sampah pada satu tempat akan mempengaruhi udara yang buruk dan menghasilkan bau yang tidak sedap.

sediakan 2 tempat sampah yang berbeda yakni organik & anorganik

Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kita menyediakan 2 tempat sampah yang berbeda di dalam sebuah rumah maupun di luar rumah, yakni tempat sampah organik dan tempat sampah anorganik. Diusahakan juga tempat samapah tersebut selalu tertutup rapat dan di bersihkan secara berskala.

Memiliki hewan peliharaan? Jangan lupa di rawat ya!

Mempunyai sebuah hewan perliharaan di dalam rumah merupakan hal yang sangat menyenangkan, karena dapat menghibur hati dan pikiran. Saat ini hewan perliharaan yang sering di adopsi dan banyak di pelihara di dalam sebuah hunian yaitu kucing dan anjing. Kedua hewan peliharaan tersebut mempunyai keunikannya tersendiri.

jangan lupa selalu rutin merawat hewan peliharaan

Memang memiliki hewan adopsi di rumah sangat menyenangkan, akan tetapi jangan lupa juga untuk memberikan perawatan yang insentif. Karena hewan peliharaan juga sama halnya dengan manusia yang membutuhkan perawatan. Hewan peliharaan yang jarang terawat berpotensi akan menimbulkan masalah kesehatan bagi hewan tersebut dan sang pemiliknya.

Dimana ada rumah yang sehat di situlah terdapat keluarga yang kuat

Sebuah rumah memang memerlukan sebuah perawatan yang insentif dan di lakukan secara rutin, cukup merepotkan memang. Tetapi hal itu semua akan berdampak positif bagi kita sendiri dan keluarga tercinta, sehingga akan terciptanya sebuah hunian yang sehat dan nyaman di gunakan.

Baik itulah dia pembahasan kita kali ini, semoga ulasan di atas mengenai tatacara membangun suasana rumah yang sehat dapat bermanfaat untuk Anda. Cukup sekian & Terimakasih.