Pohon Wangi – Jenis kayu komersial yang ada di Indonesia begitu sangat beragam, terdiri jati, ulin, bengkirai, merbau, trembesi, pinus , mindi dan lain sebagainya.
Material kayu pemanfaatannya sendiri sangat bervariasi, namun di “tanah air” sendiri kegunaannya kerap kali dipakai untuk memenuhi kebutuhan di dalam dunia industri furniture, mebel, bahan konstruksi hingga elemen dekorasi rumah.
Setiap jenis kayu pada umumnya mempunyai ciri khas tersendiri yang menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli, selain kualitas tentunya faktor lain seperti karakteristik tampilan dan harga jual.
Namun selain itu, di Indonesia ini yang kaya akan flora dan fauna terdapat beberapa jenis tumbuhan atau pohon yang mampu menghasilkan aroma harum khas yang disukai banyak orang dan sering dimanfaatkan untuk membuat produk parfum dan wewangian.
Apa saja jenis pohon wangi yang hidup di Nusantara?
Saat ini yang dapat diketahui, jenis-jenis kayu pohon dengan kepemilikan bau wangi yang dihasilkan relatif sedikit. Bahkan bisa dihitung jari, namun banyak dicari oleh masyarakat karena pada umumnya kayu pohon wangi tahan akan serangan rayap.
Setidaknya saat ini terdapat 5 jenis pohon wangi yang tumbuh di Indonesia, apa sajakah itu? Simak ulasannya dibawah ini :
1. Kayu gaharu
Pohon gaharu merupakan jenis tumbuhan yang termasuk kedalam kelompok famili thymelaeceae dari spesies aquilaria spp dengan nama ilmiah aquilaria maleccensis yang kebanyakan tumbuh dan berasal dari kawasan hutan Asia Tenggara.

Ciri-ciri pohon kayu gaharu mempunyai kulit batang berwarna coklat keputihan, sedangkan warna gubal kayunya berwarna hitam pekat kecoklatan. Tinggi pohonnya bisa mencapai 30-40 meter dengan diameter ukuran batang sekitar 40-60 cm.
Tips memilih kualitas kayu gaharu yang bagus ialah dengan cara melihat pada bagian gubal kayu yang berwarna hitam pekat merata dan ketika dipotong atau disayat akan mengeluarkan aroma khas.
Kenapa pohon gaharu wangi? Aroma wangi yang dihasilkan oleh gaharu ini berasal dari getah pohonnya. Bau wanginya sangat tidak disukai oleh rayap, kutu kayu, serangga atau jamur namun banyak disukai oleh manusia.
Kegunaan kayu gaharu sendiri sangat beragam, namun dikarenakan kayunya wangi alhasil para produsen atau pengrajin kayu kerap kali memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan furniture, perabotan atau bahan mebel.
Informasi Selengkapnya : Kelebihan dan kekurangan kayu gaharu beserta manfaatnya!
2. Kayu cendana
Kayu pohon cendana atau sandalwood merupakan flora endemik khas Nusa Tenggara Timur dan kawasan Maluku, dengan nama ilmiah santalum album L.

Karakteristik pohon cendana ini mempunyai warna batang coklat dan berbentuk bulat, sedangkan bagian gubal atau dalamnya berwarna kuning kecoklatan. Ukuran tinggi pohon bisa mencapai 15-18 meter dengan diameter batang sekitar 20-30 cm.
Terdapat dua jenis kayu cendana, ada cendana merah dan putih. Perbandingan keduanya terlihat dari segi warna dan kualitas, yang dimana cendana putih kualitasnya jauh lebih unggul dan aroma wangi yang dihasilkan lebih terasa.
Sementara cendana merah kualitasnya dibawah cendana putih, selain itu bau wangi tidak begitu terasa.
Kayu cendana ini pada umumnya banyak ditemukan di daerah Kalimantan, Bali, Jawa, Flores hingga Sulawesi. Biasanya masyarakat lokal memanfaatkan kayu pohon wangi ini untuk membuat furniture, mebel dan konstruksi ringan.
Informasi selengkapnya : Plus minus kayu cendana dan karakteristiknya
3. Kayu surian
Pohon surian atau suren ini merupakan jenis tumbuhan yang banyak dijumpai di kawasan Jawa , Sumatera, Sulawesi hingga Kalimantan. Serta dapat tumbuh pula di daerah iklim tropis lainnya.

Dibandingkan dengan gaharu maupun cendana, pohon surian ini jauh lebih tinggi. Ukurannya tinggi pohonnya bisa mencapai 60 meter, dengan diameter batang sekitar 1-3 meter berbentuk tegak lurus.
Tekstur batang pohonnya terasa kasar ketika diraba karena terlihat bercak-bercak pecah, sehingga membentuk garis-garis lurus vertikal yang tidak beraturan.
Kulit pohon surian inilah yang menghasilkan aroma wangi khas mirip bau cendana. Jenis pohon wangi ini juga proses pertumbuhannya relatif cepat, sehingga mudah ditemukan.
Berat jenis rata-rata kayu ini sekitar 0,39 dengan tingkat kekuatan kelas III dan tingkat keawetan kayu kelas IV. Tergolong rendah memang, namun bisa diandalkan sebagai bahan baku furniture dan sebagai kayu bahan bangunan.
Informasi selengkapnya : 6 Fakta menarik tentang kayu surian
4. Kayu kamper
Kayu kamper atau camphor wood merupakan jenis kayu wangi yang berasal dari pohon kamper dengan nama ilmiah cinnamomum champhora. Umumnya pohon ini banyak tumbuh di daerah tropis seperti Kalimantan, namun tersebar pula di daerah kawasan hutan subtropis.

Ciri-ciri kayunya mempunyai pola serat kayu lurus dan bergelombang, selain itu memiliki tekstur kayu yang terasa kasar ketika diraba. Aroma kayunya juga seperti kapur barus, sehingga pohon wangi ini disebut sebagai kayu kamper.
Bila dilihat dari segi kualitas, kayu kamper ini tingkat kuat kayunya kelas I dengan tingkat awet kelas II-III. Mirip seperti kayu jati, sehingga banyak yang cari sebagai alternatif pengganti.
Terlebih lagi harga kayu wangi ini relatif murah dibandingkan kayu jati atau kayu ulin, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan dibidang konstruksi, mebel, furniture hingga elemen dekoratif hunian.
Informasi selengkapnya : Apa saja manfaat kayu kamper?
5. Pohon kayu manis
Pohon kayu manis secara umum dapat tumbuh di daerah kawasan hutan dengan iklim tropis basah, dan tersebar di berbagai wilayah meliputi kota Jambi, Bengkulu, Sumatera, Maluku hingga Jawa.

Seperti namanya, kayu ini terasa manis. Sebagai penghasil rempah-rempah pohon kayu manis ini mempunyai aroma wangi yang begitu khas, berbeda dari jenis pohon wangi lainnya.
Bagian kulitnya dari jenis pohon wangi ini biasanya dimanfaatkan untuk diolah menjadi aneka ragam keperluan, dalam ketebalan tertentu atau dalam bentuk bubuk kayu manis.
Selain kulit pohonnya, batang kayunya juga dapat kita manfaatkan sebagai bahan baku pembuatan perabotan rumah tangga, bahan mebel, konstruksi bangunan hingga dijadikan sebagai kayu bakar.
Artikel terkait :

