mengenal kayu suren

Apa Itu Kayu Suren? Begini Ciri-Ciri & Kegunaannya!

Mengenal Kayu Suren – Kayu pada umumnya sering dijadikan sebagai bahan material untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan di segala bidang, diantaranya untuk industri mebel, furniture, elemen dekoratif, bahan bangunan dan kontruksi.

Mengingat jenis-jenis kayu komersial di Indonesia sangat beragam, salah satu jenis kayu paling populer dan sering dipakai antara lain yakni kayu jati. Karena selain punya kualitas yang bagus, namun dari segi tampilan juga tergolong menarik.

Selain kayu jati terdapat salah satu jenis kayu asal Kalimantan dan Sulawesi yaitu kayu suren. Pernah dengar tipe kayu yang satu ini?

Walaupun tidak sepopuler kayu kebanyakan, namun kayu suren ini banyak dipergunakan untuk berbagai hal baik di bidang kayu pertukangan hingga di bidang farmasi karena kegunaan dari pohon ini bisa dimanfaatkan untuk obat tradisional.

Penasaran seperti apa ciri-ciri kayunya beserta kelebihan dan kekurangan hingga kegunaannya? Simak ulasannya dibawah ini :

Mengenal pohon suren

Pohon suren atau surian merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat tumbuh di iklim tropis, di Indonesia sendiri pohon ini banyak dijumpai pada kawasan seperti Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

karakteristik pohon suren

Di beberapa negara asia lainnya pohon ini punya julukan lain, seperti di negara Malaysia kayu ini bernama “Surian wangi“, di Myanmar bernama “limpaga” dan di negara Filipina bernama “ye tama“.

Tinggi pohon surian sendiri bisa mencapai 60 meter sementara ukuran batang pohon berdiameter 1 hingga 3 meter dengan bentuk tegak lurus. Bentuk daunnya oval dengan meruncing pada bagian ujungnya dan cukup lebat.

Tekstur permukaan batang pohon suren terasa kasar ketika diraba sebab kulit batangnya terlihat pecah-pecah, sehingga membentuk garis-garis lurus atau vertikal yang tidak beraturan.

Uniknya kulit batang pohon surian ini mampu menghasilkan aroma wangi yang khas, mirip seperti pohon kayu cendana. Selain itu, pohon suren termasuk sebagai salah satu jenis tumbuhan yang cepat proses pertumbuhannya.

Artikel terkait :

Karakteristik kayu suren

Setiap jenis kayu komersial yang ada di Indonesia pastinya punya beberapa ciri khas menarik yang menjadi karakteristik utama dari kayu tersebut. Nah hal itu pula berlaku pada jenis kayu wangi yang satu ini. Apa sajakah itu? Berikut ini :

ciri-ciri kayu suren atau surian

Ciri-ciri kayu surian atau suren ini terlihat dari segi warna, terlihat pada usia panen pertama batang kayu berwarna keputih-putihan. Namun lambat laun warna tersebut akan berubah menjadi warna merah sedikit coklat yang indah.

Sementara itu, tekstur serat kayunya berbentuk lurus memanjang dan renggang. Oleh karena itu, pada saat di cat finishing permukaannya akan terasa halus.

Pada bagian gubal kayunya terlihat warna merah muda, sedangkan bagian teras kayunya berwarna kecoklatan. Disamping itu pula, bobot kayu suren ini tergolong ringan sehingga cocok dipergunakan untuk kayu bahan bangunan rumah, furniture atau mebel.

Bila dilihat dari segi kualitas, kayu suren ini memiliki tingkat kuat kelas III dan tingkat awet kelas IV dengan berat jenis kering udara rata-rata 0,39.

Baca juga : Perbandingan kayu jati dengan bengkirai

Kekurangan dan kelebihan kayu suren

perbandingan kayu suren dengan jati

1. Punya aroma harum

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwasanya kayu suren atau surian ini mampu menghasilkan aroma khas yang mirip seperti kayu cendana.

Tentunya jenis kayu wangi ini banyak disukai oleh banyak orang karena tidak banyak jenis kayu yang memiliki aroma sedap atau khas, selain suren ada juga kamper, gaharu dan kayu manis.

2. Tahan terhadap rayap dan pengusir hama

Salah satu keunggulan kayu suren antara lain tekstur kayunya tidak mudah diserang oleh rayap atau pembusukan, teksturnya berserat putih agak kemerahan dan terasa halus.

kelemahan kayu suren

Disamping itu pula, mengapa kayu suren ini kuat terhadap serangan hama, rayap maupun kutu serangga adalah karena terdapat kandungan bahan surenon, surenin dan surenolakton. Ketiga bahan ini mempunyai peran sebagai penghambat pertumbuhan serangga.

Dan juga menghambat antifeedant atau menghambat daya makan serangga tersebut. Bahkan tidak jarang pohon surian ini sengaja di tumbuh dekat pohon kayu rawan terkena rayap seperti albasia untuk mengusir hama atau teter.

3. Mudah dalam hal pengolahan

Selain kokoh menahan serangan rayap dan punya aroma yang khas, kelebihan kayu surian lainnya antara lain yaitu mudah diolah. Kemudahan pengolahan ini tentunya sangat disukai oleh para pengrajin kayu atau produsen.

Kayu suren mudah digergaji, dipotong dan proses penebangan tergolong cepat. Sehingga kegunaan dan pemanfaatan kayu ini sangat beragam untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan manusia di segala bidang.

Baca juga : Plus minus kayu pinus untuk furniture

4. Tingkat kuat kayu lumayan bagus

Bila dibandingkan dengan jenis kayu lainnya, kualitas kayu suren memang masih dibawah rata-rata bahkan tergolong cukup rendah.

harga kayu suren per m3

Namun meski begitu, tingkat kekuatan kayu surian ini kelas III dengan tingkat awet kelas IV. Lumayan bagus untuk golongan kayu wangi standar seperti suren ini.

Sehingga banyak yang memanfaatkan kayu suren ini untuk berbagai keperluan, diantaranya interior dekorasi rumah, furniture, bahan mebel, material kontruksi, panel dekoratif hingga dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan.

5. Akar dan kulit suren dimanfaatkan sebagai obat tradisional

Pada pohon suren atau surian terdapat bagian kulit dan akar yang bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi obat tradisional. Khasiat dari akar dan kulit pohon suren ini mampu mengatasi masalah kesehatan seperti diare.

Selain itu, buah dan kulitnya juga kerap kali dimanfaatkan untuk dijadikan bahan pembuatan minyak atsiri. Sedangkan daun pohonnya berguna untuk antibiotik dan bioinsektisida, sebagai pengusir hama serangga pada tanaman.

6. Daunnya tidak bisa dijadikan pakan ternak

Salah satu kekurangan dari pohon kayu suren ini ialah daun pohonnya tidak bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kenapa? karena dapat membuat hewan ternak mengalami mabuk atau halusinasi ketika mengkonsumsi daun tersebut.

Baca juga :

1 komentar untuk “Apa Itu Kayu Suren? Begini Ciri-Ciri & Kegunaannya!”

  1. Pingback: Mau Pakai Kayu Albasia? Kenali Dulu Karakteristik & Harga

Komentar ditutup.