Mengenal Kayu Kalapi – Seperti yang kita ketahui bahwa material kayu merupakan sebuah elemen penting yang sudah digunakan sejak zaman dahulu hingga sekarang untuk dimanfaatkan berbagai macam kebutuhan manusia di segala bidang.
Namun permintaan kayu dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan berkembangnya ekonomi dan keperluan di tengah masyarakat.
Kebanyakan kayu-kayu di hutan memiliki proses pertumbuhan yang berbeda-beda, namun rata-rata diantaranya mempunyai usia panen yang lebih lama bahkan hingga puluhan tahun.

Sehingga terdapat beberapa jenis kayu komersial di Indonesia yang lambat laun populasi nya semakin terancam punah akibat penebangan liar dan permintaan pasar semakin tinggi.
Seperti halnya pada kayu kalapi yang berasal dari Sulawesi, tumbuhan endemik yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat lokal yang kini kondisinya semakin memprihatinkan akibat beberapa faktor.
Pernah dengar kayu pohon kelapi sebelumnya? jika belum, yuk kita simak ulasannya dibawah ini :
Ciri-ciri pohon kelapi
Pohon kalapi merupakan endemik khas Sulawesi yang hanya terdapat di sekitar Malili (Teluk Bone). Karakteristik pohonnya dapat tumbuh mencapai ketinggian 40 meter dengan diameter batang sekitar 90 cm.

Sedangkan akar papan atau banir biasanya berukuran 3 meter tingginya dan dapat melebar sekitar 2 meter pada permukaan tanah.
Kulit batangnya memiliki alur yang tidak rata dan mempunyai warna kecoklat-coklatan. Sementara itu bentuk daun lanset sampai melonjong, dan bunga yang berwujud malai dekat ranting.
Mahkota bunga pohon kelapi ini berwarna kuning dan biasanya pohon ini akan memasuki periode musim berbunga pada bulan april hingga mei.
Adapun buahnya yang berwujud polong, gepeng dan berwarna coklat kemerahan jika keadaannya sudah matang maka akan pecah. Buahnya sendiri memiliki biji 1 hingga 3 buah dengan bentuk cakram.
Masyarakat lokal Sulawesi biasanya memanfaatkan kayu kalapi ini untuk dijadikan sebagai bahan material pembuatan perahu, bahan mebel, furniture hingga kontruksi ringan.
Baca juga : Mengenal karakteristik kayu kelapa atau glugu
Taksonomi kalapi

Pohon kelapi mempunyai nama latin kelappia celebica kosterm kebanyakan tumbuh di daerah dataran Sulawesi. Pohon ini secara taksonomi mempunyai klasifikasi sebagai berikut ini :
- Kingdom : Plantae
- Subkingdom : Tracheophyta
- Kelas : Magnoliopsida
- Subkelas : Rosidae
- Super divisi : Spermatophyta
- Famili : Fabaceae
- Ordo : Fabales
- Spesies : Kallapia celebica kosterm
- Genus : Kalappia
Habitat pohon kalapi di Indonesia
Habitat endemik kayu khas Sulawesi ini merupakan satu-satunya spesies didalam jenisnya. Pohon kayu kalapi ini hanya bisa kalian temukan di daerah Malili (Teluk Bone) pada ketinggian sekitar 500 mdpl hingga 1000 mdpl.

Biasanya tumbuh di daerah hutan hujan tropika dekat pantai, persebaran pohon kalapi sendiri tergolong cukup minim. Rata-rata kebanyakan hanya ada di dataran Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.
Di wilayah Kabupaten Konawe, Kecamatan Abuki, provinsi Sulawesi Tenggara terdapat salah satu desa bernama Anggoro yang memanfaatkan kayu kalapi sebagai sumber pendapatan.
Pohon ini pada dasarnya bisa tumbuh di hutan rakyat pada suhu 19 sampai 32 celcius dan tingkat kelembaban sekitar 54% dan dibandingkan dengan jenis pohon lain di lingkungan tersebut. Selain itu, pohon ini juga mempunyai jumlah vegetasi yang relatif minim.
Artikel terkait :
Apa saja kegunaan kayu kalapi?
Sebagai endemik khas Sulawesi dan menjadi salah satu pendapatan utama masyarakat lokal desa Anggoro, tentunya kayu kalapi ini punya berbagai macam manfaat yang berguna untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, diantaranya :
1. Furniture dan bahan mebel

Salah satu pemanfaatan kayu kalapi yang cukup sering dipergunakan antara lain dijadikan sebagai bahan baku pembuatan furniture rumah tangga atau perabotan, seperti meja, kursi, lemari hingga rak.
Namun tidak jarang pula dipergunakan untuk keperluan bahan mebel lainnya. Sementara itu, harga furniture kayu kalapi sendiri relatif sedikit lebih mahal dibandingkan jenis kayu furniture lainnya.
2. Kontruksi ringan dan pembuatan jembatan

Selain dijadikan sebagai bahan material furniture atau perabotan, kayu kalapi juga kerap kali dimanfaatkan untuk masyarakat setempat sebagai bahan baku kontruksi ringan dan bahan bangunan seperti kusen, pintu, kerangka atap, tiang penyangga dan lain sebagainya.
Dan di daerah Sulawesi sana kayu kalapi ini juga kegunaannya bisa dipakai untuk membuat jembatan sebagai sarana akses jalan atau penghubung antar desa maupun daerah. Mirip seperti kayu ulin dan bengkirai.
Baca juga : 5 Jenis kayu bahan bangunan terbaik
Kelangkaan pohon kalapi
Seperti yang sudah kalian ketahui bahwasanya masyarakat lokal desa Anggoro cukup menggantungkan hidupnya pada kayu kalapi karena dijadikan sebagai sumber pendapatan. Sehingga tumbuhan endemik Sulawesi ini populasinya semakin menurun.

Salah satu alasan mengapa masyarakat lokal Sulawesi sana karena sangat menjanjikan, permintaan pasar akan kayu ini begitu tinggi sehingga harga jual kayu kalapi relatif mahal. Terlebih lagi kualitas kayunya tergolong cukup bagus.
Dikarenakan habitat pohonnya terbesar hanya ada di daerah kawasan Sulawesi dan ditambah lagi proses pertumbuhan pohon kalapi sendiri relatif lambat, sehingga kayu ini langka dan sulit didapatkan.
Pengambilan pohon kalapi tidak sedikit sehingga populasinya semakin tidak terdeteksi. Kayu khas Sulawesi ini masuk sebagai konservasi daftar merah IUCN sebagai kategori “Rentan”.
Di daerah Malili sendiri sudah jarang sekali di datangi oleh ahli Botani jadi tidak bisa dipastikan berapa jumlah populasi yang tersisa sekarang. Terlebih lagi, populasi manusia semakin meningkat dan adanya pertambangan nikel dan ekstraksi sehingga pohon kalapi sulit bertahan hidup.

