perbandingan kayu kamper dan kayu meranti

Perbandingan Kayu Kamper & Kayu Meranti, Mana Yang Bagus?

Seperti yang kita ketahui, bahwa material kayu merupakan salah satu bahan yang cukup sering dipergunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di segala bidang seperti kontruksi, furniture dan elemen dekorasi.

Selain untuk kebutuhan bangunan, unsur kayu juga cenderung di manfaatkan untuk membuat kusen jendela, pintu, kursi, meja, plafon lambersering, rangka atap, dinding kayu, kisi-kisi kayu, parket dan lain sebagainya.

Terdapat beragam jenis kayu yang tersedia berdasarkan tingkat kualitasnya, kayu kelas 1 – kayu kelas 5 dinilai dari tingkat kekerasan/ketahanan dan keawetannya.

Kayu jati memang kualitasnya bagus tapi harganya mahal, sehingga banyak orang yang mulai mencari alternatif pengganti. Diantaranya semua, jenis kayu kamper dan kayu meranti kerap kali menjadi alternatif pilihan selain kayu jati sebab kualitas tergolong bagus.

Lantas, apa saja perbedaan kayu meranti dengan kayu kamper?

Kayu meranti vs kayu kamper

Terdapat beberapa poin mengenai perbedaan antara kayu kamper dengan kayu meranti, setidaknya ada 6 hal perihal kualitas, karakteristik, harga beserta habitat pohon daerah asalnya. Berikut ini :

1. Habitat pohonya

perbedaan habitat pohon kamper dan meranti

Baik kayu meranti maupun kayu kamper, keduanya berasal dari daerah yang beda. Yang dimana meranti berasal dari Sumatera, sedangkan kamper berasal dari Kalimantan.

Kedua jenis kayu ini dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan memiliki iklim tropis seperti di Indonesia. Ukuran tinggi pohon kamper bisa mencapai 20-30 meter, sedangkan tinggi pohon meranti sekitar 30-60 meter.

Baca juga : Apa Itu Kayu Kamper?

2. Tekstur kayu

Selain beda habitat, perbedaan kayu meranti dengan kayu kamper juga bisa kalian lihat dari segi tekstur.

perbedaan karakteristik kayu meranti dan kamper

Pada umumnya kayu meranti mempunyai tekstur keras, meskipun dari segi teksturnya meranti ini keras namun mudah diolah dan dibentuk untuk dijadikan aneka ragam furniture atau mebel.

Disamping itu tingkat ketahanannya yang awet sehingga dapat dipakai untuk bahan material kontruksi bangunan. Seperti plafon kayu, dinding lambersering, lantai parket, kusen jendela, pintu, perabotan, papan tangga.

Sedangkan, kayu kamper memiliki tekstur permukaan yang sedikit cukup kasar ketika di sentuh. Dikarenakan kayu kamper ini teksturnya tidak sehalus kayu jati, sehingga perlu proses finishing yang lama untuk menghaluskan tekstur kayu kamper.

Selain itu, karena tekstur yang kasar menjadikan kayu kamper atau Cinnamomum camphora tidak terlalu mencolok atau berkilau dengan kata lain tingkat kilauannya berada di level medium.

3. Serat kayu

Kayu kamper mempunyai serat kayu yang lurus dan berpola lurus atau bergelombang, pola garis lurus hampir mendominasi di seluruh bagian kayu kamper samarinda. Sehingga bila dijadikan sebagai furniture indoor rumah tangga akan terlihat berseni, artistik dan natural.

Sementara itu serat kayu meranti tergolong kedalam kelas terbaik di antara jenis kayu lainnya karena mempunyai ikatan antar serat kayu yang baik. Tentunya hal ini membuat lembaran pulp yang dihasilkan dari kayu meranti punya ketahanan terhadap pecah.

Baca juga : Perbedaan Kayu Jati Perhutani Dengan Jati Kampung

4. Warna kayu

perbedaan warna kayu meranti dan kamper

Perbedaan warna kayu meranti dengan warna kayu kamper, meski sepintas terlihat sama namun jelas berbeda.

Salah satu jenis kayu yang memiliki aroma kamper punya warna kayu cenderung lebih mudah kecoklatan atau ada juga kayu kamper yang berwarna keabu-abuan, kemerahan dan hijau olive.

Sedangkan warna kayu meranti merah muda pucat, merah muda, merah tua kecoklatan. Jenis kayu meranti merah ini warnanya akan semakin gelap bila usianya semakin tua dan kualitasnya semakin bagus.

Baca juga : Perbedaan Kayu Mahoni, Jati Dan Meranti

5. Berat jenis kayu

Setiap kayu umumnya mempunyai kandungan kadar air yang berbeda-beda. Begitupun pada kedua jenis kayu solid ini.

perbedaan berat jenis kayu kamper dan meranti

Kayu meranti memiliki berat jenis berkisar antara 0,3 hingga 0,86 dengan terdapat kandungan air mencapai 15%. Kandungan air pada kayu meranti tergolong cukup besar, namun mudah untuk dikeringkan baik secara manual atau alami. Pengeringan dilakukan bertujuan agar kayu meranti tetap stabil dari bentuk dan ukurannya.

Sedangkan kayu kamper mempunyai berat jenis sekitar 500-800 kg/m3.

6. Tingkat kuat dan awet

Selain berat jenis dan warna, yang menjadi pembeda suatu kayu yakni dari segi kualitas berdasarkan tingkat keawetan dan kekuatan atau kekerasannya.

tingkat kuat dan awet kayu kamper dan meranti

Jenis kayu meranti merah mempunyai tingkat kuat kelas II-IV dan tingkat ketahanannya kelas III. Kayu kelas 2 ini cukup tahan terhadap serangan rayap, tidak mudah rusak dan terdapat 5 tingkatan klasifikasi kayu, semakin kecil tingkat kelasnya maka semakin awet kayu suatu jenis kayu.

Kayu kamper merupakan kayu kelas 1 yang memiliki tingkat kekuatan kelas I-II dengan tingkat keawetan kelas II-III. Kayu khas kalimantan ini tahan terhadap rayap dan dipercaya memiliki daya tahan yang bagus meskipun tidak sebaik kayu jati perhutani atau jati belanda.

Baca juga : Apa Bedanya Kayu Keras Dengan Kayu Lunak?

7. Perbedaan harga kayu meranti & kamper

Setiap jenis kayu memiliki harga jual yang berbeda, sama halnya dengan kayu meranti dan kayu kamper.

perbandingan harga kayu meranti dan kamper

Untuk harga kayu kamper balok dengan ukuran tebal 6 cm dan ukuran lebar 12 cm di bandrol sekitar Rp. 185.000, terdapat juga harga kayu kamper galar untuk ukuran 5 cm x 10 cm di jual sekitar Rp. 95.000. Jenis kayu kemper tipe reng kayu dijual sekitar Rp. 22.000 dengan ukuran 3×4 cm.

Sedangkan harga meranti kayu reng dengan ukuran 3×4 cm dihargai sekitar Rp. 17.500, ada pula harga kayu kaso meranti ukuran 5 x 7 cm dibandrol sekitar Rp. 39.000. Dan untuk harga kayu galar meranti di jual dengan harga Rp. 60.000 dengan ukuran tebal 5 cm dan ukuran lebar 10 cm.

8. Kelemahan kayu kamper & meranti

Seperti yang kita ketahui bahwasanya setiap jenis kayu punya sisi kelebihan dan kekurangannya, nah dibawah ini kita akan membahas kekurangan kayu meranti dan kayu kamper saja.

kekurangan kayu kamper dan kayu meranti

Kekurangan kayu kamper yakni dapat berubah bentuk seiring berjalannya waktu terlebih lagi jika terkena air, selain itu proses penghalusan kayu kamper juga relatif lama karena tekstur permukaannya keras dan kasar.

Tidak sampai disitu, setidaknya butuh proses pengawetan khusus pada kayu kamper agar dapat bertahan lebih lama dan wangi kamper pada kayu ini dapat menyebabkan alergi pernapasan.

Sedangkan kelemahan kayu meranti terdapat pada sisi keawetannya yang kurang bagus jika terjadi perubahan suhu atau cuaca dalam kurun waktu yang cukup lama. Tekstur permukaannya sendiri jika diraba terasa kasar dan rata-rata harga kayu meranti relatif mahal terlebih jika usianya sudah tua.

Baca juga : Blockboard Vs Plywood

Bagaimana, pilih kayu meranti atau kayu kamper?

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai perbandingan kayu kamper dengan kayu meranti, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat ya. Cukup sekian dan terimakasih.