Pernah dengar tentang kayu akasia? Kalau belum, yuk kita bahas! Kayu yang satu ini semakin populer karena kualitasnya yang bagus dan harganya yang lebih bersahabat dibandingkan kayu jati.
Salah satu keunggulan kayu akasia adalah ketahanannya yang cukup baik terhadap cuaca dan serangan hama.
Tapi, meskipun punya banyak kelebihan, kayu ini juga punya sedikit kekurangan. Kalau nggak dikeringkan dengan benar, kayu ini bisa mengalami penyusutan yang cukup besar.
Makanya, proses pengolahannya harus dilakukan dengan baik supaya tetap kuat dan tahan lama.
Untuk soal harga, jelas lebih ramah di kantong dibandingkan kayu jati atau oak, tapi tetap menawarkan kualitas yang nggak kalah keren. Ingin tahu lebih lanjut? cek selengkapnya dibawah ini…
Mengenal pohon akasia

Pohon akasia mangium yang memiliki nama latin Acacia Auriculiformis yang merupakan termasuk kedalam famili Leguminoceae, Genus Acacia, yang dimana terdapat lebaih dari 1000 spesies pohon dan perdu yang banyak tumbuh di kawasan Amerika, Afrika, Asia, namun paling banyak dijumpai di daerah Australia.
Ciri-ciri pohon akasia memiliki bentuk batang yang bulat dan lurus, bercabang banyak, mempunyai kulit bagian luar yang cukup tebal dengan tekstur permukaan yang sedikit agak kasar. Serta memiliki warna coklat muda.
Tinggi pohon akasia bisa mencapai 25-30 meter dan ukuran diameter batang sekitar 90 sentimeter dengan batang bebas cabang 10-15 meter. Jenis tanaman perdu ini tergolong cepat dalam hal pertumbuhannya (Fast Growing Species).
Pohon akasia memiliki daun yang banyak dengan ukuran panjang maksimal mencapai 16 cm, daunnya tebal dan berkulit serta mempunyai lekukan yang begitu khas.
Sedangkan bunga akasia mangium sendiri mempunyai warna kekuningan dengan ukuran diameter mencapai 8 cm.
Di Indonesia sendiri, pohon akasia mangium banyak ditemukan di daerah timur, atau lebih tepatnya di kawasan Papua, terdapat pula di wilayah Maluku Selatan, Kalimantan Timur, Jawa.
Jenis kayu yang satu ini juga sering disebut kayu pilang, kayu jati mangium atau kayu mangium.
Baca juga : Asal Usul Pohon Trembesi Di Indonesia
Klasifikasi akasia mangium
- Kingdom : Plantae
- Famili : Leguminoceae
- Genus : Acacia
- Spesies : Acacia Indigenus
- Ordo : Lamiales
- Divisi : Rancospermae
- Kelas : Eudicots, Astrids
Karakteristik Kayu Akasia

Karakteristik kayu akasia mangium bisa terlihat jelas dari warna kayunya yang berwarna krem, sedangkan warna teras kayunya berwarna coklat muda hingga berwarna coklat tua kehijauan. Dengan tekstur permukaan yang halus dan mempunyai serat kayu yang lurus nan seragam.
Dengan warna yang kontras dan sedikit agak berbeda, sehingga kesan awal kita melihat kayu ini akan terpukau. Jadi tak heran jika kayu ini sangat cocok dipakai untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan furniture klasik yang mempunyai nilai seni artistik yang cukup tinggi.
Tingkat kekuatan kelas II-III sedangkan tingkat keawetannya kelas III. Memiliki densitas kayu rata-rata 450-600 kg/m3 pada moisture content (MC) 12%, dengan kadar air 15%.
Kualitasnya memang tergolong sedang, bahkan rendah. Sehingga rentan terkena serangan kutu kayu atau rayap dan kurang dapat bertahan dari area outdoor seperti sinar UV maupun suhu atau cuaca.
Oleh sebab itu kayu mangium ini tidak direkomendasi untuk digunakan pada area outdoor atau luar ruangan, apalagi berdekatan dengan tanah seperti contohnya dijadikan pagar kayu minimalis, dinding lambersering outdoor atau lain sebagainya.
Namun meskipun begitu, jenis kayu yang suka dikenal dengan istilah kayu pilang mangium ini mudah dibentuk sesuai dengan keinginan, kemudahan dalam hal pengolahan inilah yang menjadikan para pengrajin kayu menyukai akasia sebagai bahan dekorasi maupun furniture mebel.
Baca juga : Karakteristik Kayu Oak Yang Mirip Teak Wood
Keunggulan kayu akasia

Selanjutnya kita bahas kelebihan dan kekurangannya. Perlu untuk kalian ketahui jika ingin membeli atau memakai jenis kayu mangium yang satu ini untuk digunakan berbagai keperluan. Inilah plus minus akasia mangium :
- Tergolong kedalam jenis kayu awet
- Mudah diolah maupun dibentuk
- Memiliki waktu panen yang cepat (Fast Growing Species)
- Mempunyai tingkat kekuatan yang sedang
- Cocok dijadikan pengganti kayu jati untuk furniture
- Harga kayu akasia sendiri tergolong murah dibandingkan harga kayu mahoni maupun jati
Kekurangan Acacia Wood

- Tidak cocok digunakan pada area outdoor
- Mudah terserang rayap pada lingkungan yang basah
- Cenderung murah melengkung bila tidak teliti dalam proses pengeringan
- Dan dalam proses pengeringan tingkat susut kayu akasia bisa besar
- Proses pengeringan akasia membutuhkan waktu yang cukup lama
Baca juga : Plus Minus Kayu Manglid Untuk Kusen
Itulah beberapa keunggulan dan kelemahan dari kayu akasia mangium, ingin tahu apa saja manfaat yang bisa dihasilkan dari jenis kayu yang satu ini? Simak ulasannya dibawah ini :
Manfaat kayu akasia

Salah satu pemanfaatan akasia yang sering dipakai oleh manusia ialah dijadikan sebagai bahan pembuatan kertas, pulp, papan veneer, kepingan kayu, furniture rumah tangga, elemen dekorasi hunian dan lain sebagainya.
Bahkan tidak jarang wood akasia mangium ini dipakai untuk kusen jendela maupun kusen pintu untuk sebuah hunian atau bangunan. Bahkan beberapa ada yang memanfaatkannya sebagai penutup lantai indoor atau Harga Parket Lantai akasia minimalis atau wood floor acacia, namun sangat jarang.

Uniknya, pengolahan kayu ini tidak terfokus pada pembuatan kertas dan furniture saja, melainkan bisa dimanfaatkan untuk dijadikan bahan pembuatan perabotan rumah lainnya seperti mangkok, piring, talenan, garpu, sendok dan lain-lain.
Selain itu kulit pohon akasia juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sebagai sumber tanin bahan penyamak nabati di dalam dunia industri penyamakan kulit.
Baca juga : Decking kayu ulin
Harga Kayu Akasia Mangium

Walaupun ini tergolong kedalam jenis kayu yang memiliki kualitas yang cukup bagus dan mempunyai karakteristik yang unik, sehingga cocok dibuat menjadi olahan produk furniture yang keren dan terlihat elegan.
Namun nyatanya kayu mangium ini lebih sering dipakai untuk kebutuhan membuat kertas dan pulp. Harga log kayu di pasaran masih tergolong murah yakni sekitar Rp. 800.000 sampai yang paling mahal mencapai Rp. 1.000.000 per meter kubik, namun harganya bisa bervariasi tergantung ukuran dan gradenya.
Terdapat pula harga papan dan balok akasia yang dibandrol sekitar Rp. 2.500.000 sampai dengan Rp. 3.000.000.
Baca juga : Harga Kayu Mindi Per Meter Kubik
Perbandingan Kayu Akasia Dengan Jati

Akasia dan kayu jati adalah dua jenis kayu yang sering digunakan dalam industri perumahan dan furniture. Berikut adalah perbandingannya:
- Kepadatan : Kayu jati lebih padat dari pada akasia. Hal ini membuat kayu jati lebih tahan terhadap goresan dan kerusakan.
- Kekuatan : Kayu jati juga lebih kuat dari pada akasia. Kayu jati memiliki kekuatan yang tinggi dan tahan terhadap deformasi.
- Ketersediaan : Kayu akasia lebih mudah ditemukan dan diproduksi secara massal dibandingkan kayu jati. Kayu jati, di sisi lain, lebih langka dan mahal.
- Kualitas : Kayu jati dianggap sebagai kayu yang lebih berkualitas dari pada akasia. Kayu jati memiliki warna yang lebih kaya, pola yang lebih menarik, dan lebih tahan lama.
- Penggunaan : Akasia lebih sering digunakan untuk membuat produk-produk kayu seperti mebel, bingkai, dan kapal, sementara kayu jati lebih sering digunakan untuk membuat produk premium seperti perabotan mewah berseni tinggi dan dijadikan Lantai Parket Jati.
Dalam hal biaya, biasanya lebih terjangkau daripada kayu jati. Namun, jika Anda mencari kayu dengan kualitas dan tahan lama yang lebih tinggi, kayu jati mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
Artikel terkait : Mengenal kayu jati perhutani
Perbedaan Kayu Akasia dengan Mahoni

Kayu akasia dan kayu mahoni adalah dua jenis kayu lokal Indonesia yang cukup sering dimanfaatkan dalam industri furniture atau bahan mebel hingga kegunaannya sebagai bahan baku konstruksi bangunan.
Berikut adalah perbandingan antara akasia dan mahoni:
- Kepadatan : Kayu mahoni lebih padat daripada akasia. Hal ini membuat kayu mahoni lebih tahan terhadap goresan dan kerusakan.
- Kekuatan : Kayu mahoni juga lebih kuat dari pada akasia. Kayu mahoni memiliki kekuatan yang tinggi dan tahan terhadap deformasi.
- Ketersediaan : Kayu ini lebih mudah ditemukan dan diproduksi secara massal dibandingkan kayu mahoni. Kayu mahoni, di sisi lain, lebih langka dan mahal.
- Kualitas : Kayu mahoni dianggap sebagai kayu yang lebih berkualitas dari pada akasia. Kayu mahoni memiliki warna yang lebih kaya, pola yang lebih menarik, dan lebih tahan lama.
- Penggunaan : Akasia lebih sering digunakan untuk membuat produk-produk kayu seperti mebel, bingkai, dan kapal, sementara kayu mahoni lebih sering digunakan untuk membuat produk premium seperti perabotan mewah dan seni.
Dari segi harga jual, kayu akasia biasanya lebih terjangkau daripada kayu mahoni. Akan tetapi, solusi alternatif terbaik bisa juga menggunakan mahoni wood karena kualitas dan tampilannya yang bagus.
Jadi, tertarik menggunakan Kayu Mahoni?
Jika Anda ingin melihat informasi menarik lainnya. Bisa langsung kunjungi hargaparket.com

