Cara Menyambung Papan Kayu – Dari sekian banyaknya jenis material baru yang ada, kayu pun masih tetap menjadi andalan untuk berbagai bidang. Ya, hal ini dikarenakan material kayu yang memiliki sifat multifungsi sehingga membuatnya cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan bidang.
Harga kayu dipasaran terbilang cukup bervariasi, karena akan dibedakan berdasarkan ukuran dan jenis dari kayu itu sendiri. Pada umumnya, kayu-kayu berkualitas tinggi seperti jati dan merbau selalu dibanderol dengan harga yang terbilang mahal.
Pada pembuatan papan kayu, tentu saja tidak bisa lepas dari proses penyambungannya. Menurut informasi yang didapat, setidaknya ada beberapa metode yang biasa dilakukan dalam proses penyambungan papan kayu.
Lantas, metode seperti apakah yang digunakan untuk menyambungkan papan kayu?
Baca juga : harga lantai kayu
Nah, biar kalian gak penasaran mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.
3 Metode Untuk Menyambung Papan Kayu
1. Penyambungan Sisi Tumpul

Cara penyambungan yang pertama ini merupakan metode sambungan kayu yang bisa diaplikasikan dengan mudah lho. Mengenai caranya, kita hanya perlu mempertemukan kedua sisi tebal kayu yang sebelumnya sudah di amplas lurus dan rata.
Selanjutnya pertemuan antara kedua sisi papan kayu tersebut akan diberi lem khusus kayu, dan diamkan sampai mengering serta membentuk daya rekat yang kuat. Agar hasil pengeringannya lebih maksimal, gunakan clamp sebagai penopang beban kayunya.
Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Finishing HPL dan Jenis Finishing Lainnya
2. Penyambungan Bergigi

Untuk metode penyambungan bergigi ini dihasilkan dengan memanfaatkan mesin profil pada sisi tebal papan yang berpasangan satu sama lainnya. Sehingga saat pemberian lem, maka keduanya akan berhadapan serta membentuk penyambungan yang lebih kuat.
Menurut kabar yang beredar, metode penyambungan papan kayu bergigi ini biasanya diaplikasikan pada bidang mebel maupun bangunan interior lainnya.
3. Penyambungan Dengan Pen Bulat (Dowel)

Metode sambungan papan kayu berikutnya yang akan dibahas, yakni berupa sambungan pen bulat atau yang biasa disebut dengan istilah dowel. Metode penyambungan dowel ini merupakan yang paling banyak diaplikasikan ketimbang metode penyambungan diatas tadi. Adapun cara penyambungannya yang dihasilkan dengan memanfaatkan alat sambung pen bulat, dimana ia memiliki ukuran diameter sekitar 2/5 sampai 3/5 mm dari tebal papan.
Baca Juga : Jenis Serangga Pemakan Kayu
Sementara ukuran panjang dowelnya cukup bervariasi, mulai dari 2 sampai 2 1/2 cm dari tebal papan yang nantinya akan disambung. Tak hanya itu, bagian dalam lubang papanya pun akan diberi jarak khusus untuk penempatan lem.
Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Pada Proses Menyambung Papan Kayu
Setelah mengetahui berbagai metode pemasangan papan kayu, mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya mengenai tips cara memasang papan kayu dengan benar. Adapun mengenai beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses penyambungan papan kayu seperti di bawah ini:
- Sebelum ke proses penyambungan papan kayu, sebaiknya lakukan penyusutan terlebih dulu agar dapat melihat arah perubahan kayunya. Dengan begitu, maka kamu bisa menciptakan penyambungan papan melebar yang berkualitas, datar, dan rata
- Jika sudah demikian, amati karakter visual kayunya. Dengan kata lain, kamu harus memperhatikan warna kayu tersebut. Usahakan tidak menggunakan kayu yang warnanya terang, untuk kemudian langsung di sambung dengan kayu yang berwarna gelap
- Tak hanya warna kayu, kamu juga jangan sampai lupa untuk memperhatikan pola serat kayunya. Agar hasil penyambungannya lebih maksimal, maka pola serat pada setiap papan kayunya jangan sampai berbeda
- Untuk mendapatkan daya rekat yang lebih kuat, sebaiknya gunakan lem khusus untuk material kayu.
Artikel Menarik Lainnya : Cara Membuat Konstruksi Tangga Kayu
Jenis Papan Kayu Dengan Kualitas Tinggi
1. Papan kayu Jati

Memang tidak bisa dipungkiri agi bahwa jati merupakan salah satu jenis kayu dengan kualitas terbaik di dunia. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab kayu jati memiliki kualitas yang diatas rata-rata jenis kayu lainnya.
Untuk bagian terasnya, kayu jati ini tampil dengan warna emas gelap sedangkan bagian gubalnya mengusung warna krem atau bahkan putih kecoklatan.
Pada tingkat keawetannya, kayu jati termasuk kedalam kategori kelas I. Menariknya lagi, kayu jati mempunyai kandungan minyak pelumas yang berperan sebagai pelindung dari serangan rayap. Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika kayu jati tidak mudah ditembus oleh rayap, tidak mudah mengalami pelapukan, hingga tahan terhadap perubahan cuaca.
Akan tetapi, tidak semua tipe kayu jati menawarkan kualitas yang sama. Pasalnya, kayu jati akan dibedakan lagi kedalam beberapa kelas berbeda.
Baca Juga : Ini Dia Jenis-jenis Kayu yang Bagus Untuk Furniture
2. Papan Kayu Kamper

Sebenarnya aroma dari kayu yang satu ini tidak sepenuhnya mirip dengan kamper. Hanya saja, aroma yang dihasilkannya sangat tidak disukai rayap sehingga ia dijuluki dengan nama kayu kamper.
Tak hanya memiliki aroma kamper, bahkan kayu tersebut juga mempunyai tampilan visual yang indah dengan pola seratnya yang menarik. Itu sebabnya, mengapa kayu Kamper tidak membutuhkan finishing yang lama untuk tetap indah dan estetik.
Lebih hebatnya lagi, kayu Kamper juga tingkat keawetannya yang sangat tinggi. Kayu Kamper mampu tahan terhadap serangan rayap terutama jika diberi perawatan yang baik. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, Kayu Kamper sudah terbukti tahan banting dan termasuk kayu kelas I dan II sehingga tergolong kayu berkualitas.
Baca Selengkapnya : Mengenal Kayu Kamper
3. Papan Kayu Bengkirai

Kayu bengkirai mempunyai ciri khas dari segi tampilannya, yakni mengusung warna kuning kecoklatan. Itu sebabnya, mengapa kayu bengkirai sering disebut dengan istilah yellow balau. Kayu bengkirai juga mempunyai tekstur padat, yang mana ia dapat kering dalam waktu mulai dari 12 hari sampai 1 bulan pada suhu normal untuk kemudian diolah lagi menjadi berbagai kebutuhan properti dan konstruksi.
Bukan hanya itu, bahkan kayu bengkirai juga mempunyai tekstur yang agak kasar dengan bobotnya yang lebih berat ketimbang kayu jati maupun kayu lainnya sehingga membuatnya sering digunakan untuk pondasi rangka atap termasuk kayu usuk.
Menurut pernyataan dari Departemen Kehutanan RI, yang menyebutkan bahwa bengkirai merupakan jenis kayu dengan tingkat kekuatan kelas l dan ll yang kualitasnya hampir setara dengan kekuatan kayu jati.
Baca Juga : Jual Kayu Bengkirai Untuk Kebutuhan Interior dan Eksterior
Demikianlah ulasan singkat mengenai tips dan cara menyambung papan kayu, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan. Jangan lupa untuk terus ikuti artikel – artikel lainnya di hargaparket.com

