Secondary Skin Bangunan

5 Material Secondary Skin Bangunan Terbaik untuk Fasad

Secondary Skin Bangunan – secondary skin adalah lapisan tambahan yang dipasang pada bangunan tanpa menyatu langsung dengan fasad utamanya.

Lapisan ini memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari melindungi bangunan utama dari pengaruh cuaca, membantu dalam pengaturan cahaya, hingga meningkatkan sirkulasi udara melalui ventilasi yang lebih baik.

Selain fungsi teknisnya, secondary skin juga berperan dalam memperindah tampilan eksterior bangunan. Estetika yang dihasilkan bergantung pada jenis material yang digunakan, sehingga pemilihan material menjadi faktor krusial dalam desain secondary skin.

Berikut ini adalah beberapa jenis material secondary skin terbaik yang dapat digunakan untuk fasad bangunan.

5 Pilihan Material Secondary Skin

1. Secondary Skin Kayu Solid

Secondary skin dari bahan kayu solid dapat menyuguhkan keindahan natural dan memiliki sifat insulasi yang baik.

Hal itu bukan tanpa alasan, karena material kayu bisa menciptakan kesan hangat dan alami pada bangunan, serta berperan sebagai pelindung dari pengaruh cuaca.

Secondary Skin Kayu Solid

Secondary skin kayu yang dirawat dengan baik, maka sangat membantu dalam mencegah kerusakan akibat adanya kelembapan dan serangan hama.

Menariknya lagi, materia kayu mudah diolah menjadi berbagai bentuk dan tekstur sehingga dapat anda pilih sesuai keinginan.

Dipasaran, secondary skin yang berbahan kayu juga sering disebut dengan istilah kisi-kisi kayu.

Jika Anda tertarik menggunakan secondary skin kayu untuk mempercantik sekaligus melindungi bangunan, pastikan Anda memilih material berkualitas dan perawatan yang tepat.

Kami menyediakan berbagai pilihan secondary skin kayu dengan kualitas terbaik dan desain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi dan penawaran terbaik!

Andini
0812-2255-519

Spesialis Pemasangan Secondary Skin Kayu

Artikel terkait: Harga Kisi-Kisi Kayu Terbaru Produk Mulai dari 80 Ribuan Permeter!

2. Secondary Skin Bambu

Apabila Secondary Skin dari kayu solid dirasa kemahalan, maka material bambu bisa dijadikan alternati karena harganya yang lebih murah.

Meski lebih murah, secondary skin dari bahan bambu juga dapat menciptakan kesan yang natural dan alami.

Secondary Skin bambu

Bahkan, material bambu memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan kayu. Material bambu mempunyai sifat insulasi yang baik, sehingga dapat menjaga suhu didalam ruangan rumah.

Namun, tingkat kekuatan dan ketahanan secondary skin bambu memanglah tidak sekuat material kayu.

Itu sebabnya, mengapa secondary skin yang berbahan bambu harus diberi perawatan secara berkala untuk menjaga kualitasnya.

3. Secondary Skin Aluminium

Aluminium merupakan jenis bahan logam yang paling cocok untuk dijadikan secondary skin.

Bagaimana tidak? sebab material Aluminium memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap pengaruh cuaca ekstrim, korosi, dan pembusukan.

Secondary Skin Aluminium

Disisi lain, material Aluminium juga mempunyai bobot cenderung ringan yang dapat memudahkan proses instalasi.

Tak hanya itu, bahkan material Aluminium bisa diproduksi dalam berbagai varian warna dan finishing yang bisa anda pilih sesuai konsep hunian.

Dengan kemampuannya yang dapat memantulkan cahaya, secondary skin berbahan Aluminium akan mengatur suhu ruangan sekaligus mengurangi beban pendinginan.

Baca juga: Mengenal Pintu Smart Door Lock: Jenis dan Plus Minusnya

4. Secondary Skin GRC

Secondary Skin GRC

Glassfiber Reinforced Concrete atau GRC merupakan jenis beton yang memang selalu diandalkan untuk kebutuhan secondary skin.

Pasalnya, ia memiliki tingkat kekuatan yang cukup bagus serta fleksibilitasnya dalam urusan desain.

Material GRC tahan terhadap cuaca dan beban berat, sehingga membuatnya tidak mudah mengalami retak maupun kerusakan. 

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, material GRC juga tahan terhadap panas yang cocok diaplikasikan untuk bangunan di iklim panas.

Tak hanya itu, material GRC pun dapat dibentuk dengan beragam pola unik yang bisa anda pilih sesuai konsep hunian.

5. Secondary Skin WPC

WPC merupakan singkatan dari Wood Plastic Composite, dimana ia terbuat dari campuran serat kayu dan plastik yang diolah dengan motif menyerupai kayu asli.

Secondary Skin WPC

Material WPC sangat ideal untuk kebutuhan secondary skin yang ramah lingkungan, karena bahan dasar yang digunakannya terbuat dari bahan daur ulang.

Material ini memang lebih ringan dibandingkan dengan kayu solid, sehingga dapat mempermudah proses pemasanga secondary skin.

Disisi lain, secondary skin WPC juga tidak membutuhkan perawatan khusus karena sifatnya yang tahan terhadap rayap, jamur, dan kelembapan.

Artikel serupa: Plus Minus Decking WPC yang Menarik Untuk Dibahas!

Pertimbangan Sebelum Menggunakan Secondary Skin

1. Sesuaikan Dengan Fungsi

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa secondary skin memiliki beragam fungsi yang berbeda-beda.

Jika anda ingin menggunakan secondary skin sebagai pengaturan cahaya, sebaiknya gunakan material aluminium.

Sedangkan untuk fungsi ventilasi alami dan estetika, maka secondary skin dari bahan kayu solid merupakan pilihan yang paling tepat.

2. Pilih Material yang Tepat

Setiap jenis material secondary skin tentunya memiliki karakteristik tersendiri.

Seperti halnya kayu solid yang dapat menciptakan kesan natural dan elegan, sehingga ideal untuk bangunan tropis.

Adapun material aluminium yang ringan dan tahan karat, ideal diaplikasikan pada bangunan dengan desain modern minimalis.

Sementara itu, material GRC memiliki sifat yang tahan lama dan fleksibel untuk dibuat dengan pola sesuai selera.

Pada intinya, pertimbangkan daya tahan material secondary skin terhadap pengaruh cuaca, seperti paparan sinar matahari, guyuran hujan, dan terpaan angin kencang.

3. Efisiensi Energi

Secondary skin memang memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi energi bangunan.

Dengan fungsi untuk mengurangi panas yang masuk melalui fasad bangunan, secondary skin sangat membantu dalam mengurangi penggunaan alat pendingin ruangan seperi AC.

Disarankan bagi anda untuk memilih material kayu solid, karena ia memiliki sifat isolasi termal yang sangat baik.

Pada bangunan dengan iklim panas, sebaiknya buat desain yang dapat memaksimalkan aliran udara, seperti panel berlubang.

Apabila ingin mendapatkan pencahayaan alami, maka gunakan material kaca dengan lapisan khusus yang berperan sebagai filter untuk menyaring paparan sinar matahari.

4. Tentukan Desain Secondary Skin

Poin berikutnya yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan secondary skin, yakni pilihan desain.

Dengan kata lain, desain secondary skin harus serasi dengan arsitektur bangunan utama agar tidak bertabrakan.

Dalam hal ini, pilihlah desain secondary skin yang sesuai dengan konsep bangunan, entah itu modern, minimalis, industrial, dan lain sebagainya.

Untuk mempermudah proses pemasangan dan perawatan, sebaiknya aplikasikan sistem modular.

Selain itu, pastikan juga bahwa secondary skin tidak menambah beban yang berlebihan pada fasad bangunan utama.

Nah, seperti itulah berbagai hal yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan secondary skin.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menggunakan secondary skin dari kayu? Yuk, Intip material kayu yang membuat bangunan tampil menawan hanya di hargaparket.com