Jenis bahan tikar – Di era yang serba modern seperti sekarang ini, tampaknya masyarakat sudah mulai melupakan furnitur jadul. Ya, contohnya seperti tikar.
Sebelum adanya karpet, tikar merupakan salah satu produk furnitur yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk alas lantai.
Tak hanya itu, bahkan penggunaan tikar juga berperan sebagai elemen dekorasi yang dapat mempercantik tampilan interior rumah.
Namun, hal tersebut tergantung pada jenis bahan tikar yang digunakan. Sebab masing-masing bahan tikar memiliki karakteristik tersendiri.
Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis bahan tikar, yuk simak langsung ulasan di bawah ini.
Jenis-jenis Bahan Tikar
1. Tikar Samak Berbahan Jerami Kering
Samak adalah jenis tikar tradisional khas Jawa Barat yang mengusung motif dan tekstur tersendiri.
Mengenai materialnya, Tikar Samak terbuat dari ratusan jerami kering yang dianyam dengan pola tertentu.

Namun, banyaknya jumlah jerami kering yang dibutuhkan tergantung dari ukuran samak yang dipesan.
Semakin lebar ukuran tikar yang dibuat, maka akan semakin banyak pula jumlah jerami kering yang dibutuhkan.
Akan tetapi, kini popularitas Tikar Samak sudah mulai tergantikan oleh karpet modern karena harganya yang lebih murah.
Baca juga: Mengenal Pintu Smart Door Lock: Jenis dan Plus Minusnya
2. Tikar Lepa-lepa Berbahan Daun Pandan
Apabila tikar samak berasal dari Jawa Barat terbuat dari jerami kering, maka Tikar Lepa-lepa yang merupakan tikar tradisional khas Sulawesi terbuat dari daun pandan.

Pada proses pembuatannya, daun pandan tersebut akan dikeringkan lalu diolah sedemikian rupa, kemudian dianyam untuk menciptakan kekuatan dan ketahanan yang maksimal.
Teknik penganyaman Tikar Lepa-lepa memang terbilang cukup rumit, sehingga membutuhkan keterampilan khusus.
Adapun mengenai ciri khas dari Tikar Lepa-lepa, yaitu motifnya yang cenderung geometris dengan warna-warni.
Selain dijadikan sebagai alas lantai dan alas tidur, Tikar Lepa-lepa juga biasa digunakan untuk menunjang kegiatan adat dan ritual lainnya.
3. Tikar Berbahan Kayu
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa kayu merupakan salah satu material alami yang memiliki sifat fleksibel.
Sehingga tak heran jika material kayu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk dalam pembuatan tikar lantai.

Penggunaan tikar yang berbahan kayu ini dapat menghadirkan kesan yang lebih mewah, elegan, dan natural pada hunian.
Dari sekian banyaknya jenis kayu yang tersedia, jati memang menjadi salah satu yang paling diandalkan.
Artikel serupa: Informasi Harga Lantai Kayu Jati Terbaru di Kota Bandung
4. Tikar Berbahan Batang Mendong
Dikarenakan bahan utamanya menggunakan batang mendong (sejenis tanaman rerumputan), maka tak heran jika tikar ini dinamai Tikar Mendong.

Tikar Mendong berasal dari Jawa yang umumnya diaplikasikan sebagai alas tidur dan dekorasi sebuah ruangan.
Selain itu, biasanya Tikar Mendong juga sering digunakan pada acara adat dan ritual upacara lainnya.
Salah satu keunikan dari Tikar Mendong terdapat pada cara pembuatannya, karena melibatkan keterampilan tangan serta desain yang bervariasi.
Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika Tikar Mendong sangat kental dengan nilai estetika dan kebudayaan khas Indonesia.
5. Tikar Berbahan Rotan
Tikar yang berbahan rotan memang terkenal karena memiliki tingkat kekuatan dan ketahanannya yang begitu bagus.
Rotan itu sendiri berasal dari tanaman palm, sehingga dapat mempertegas kesan natural dan estetis.

Tikar rotan dibuat dengan cara dianyam secara tradisional, yang kerap difungsikan sebagai alas lantai maupun dekorasi ruangan.
Selain didalam riangan, bahkan tikar rotan juga cocok diaplikasikan di luar ruangan karena sifatnya yang tahan terhadap faktor cuaca.
Dari segi perawatannya pun terbilang cukup mudah, dimana anda hanya tinggal membersihkannya dengan kain lap bertekstur lembut.
Baca juga: Lantai Karpet: Jenis, Manfaat, Tips Memilih & Cara Merawat
6. Tikar Ketak Berbahan Rumput Kering
Kemudian ada Tikar Ketak yang merupakan tikar tradisional khas Bali dan juga Lombok. Materialnya terbuat dari bahan serat ketak, yakni sejenis tanaman rumput.

Dalam proses pembuatannya, serat ketak ini harus dijemur sampai benar-benar kering. Setelah kering, selanjutnya akan dirajut dengan cara tradisional agar daya tahannya lebih kuat dan tahan lama.
Tekstur Tikar Ketak memang agak kasar, serta terdapat motif dan pola yang cenderung sederhana sebagai simbol keindahan natural.
Tikar Ketak biasanya digunakan sebagai alas lantai, alas duduk, alas tidur, hingga untuk kegiatan ritual dan upacara adat Bali.
Untuk menjaga tingkat keindahan dan kualitasnya, tentu saja Tikar Ketak harus diberi perawatan secara rutin.
Keunggulan Tikar Lantai:
- Harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan material karpet
- Proses pemasangan yang lebih mudah dan praktis, sehingga dapat ditempatkan dimana saja
- Tersedia kedalam berbagai varian warna, motif, dan ukuran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan
- Tekstur permukaannya tidak licin yang aman untuk anak-anak dan lansia
Kekurangan Tikar Lantai:
- Daya tahannya memang tidak sekuat karpet, karena tikar rentan terhadap goresan
- Meski tersedia kedalam varian warna dan motif, namun tampilan tikar dinilai kurang elegan
- Material tikar tidak terlalu tahan terhadap panas, sehingga bisa mengurangi kualitas seiring penggunaannya
- Ketika terkena noda seperti tinta atau minyak, biasanya tikar cukup sulit untuk dibersihkan secara maksimal.
Nah, itu dia beberapa jenis bahan tikar yang dapat anda aplikasikan untuk alas lantai maupaun dekorasi rumah.

