Kayu Tahan Air – belakangan ini, kayu solid makin banyak dicari karena ketahanannya yang luar biasa.
Nggak cuma kuat, tapi juga tahan air, tahan rayap, dan nggak gampang lapuk.
Dan tak heran kalau jenis kayu ini jadi pilihan favorit buat berbagai kebutuhan, mulai dari dekorasi rumah, furnitur, sampai bahan bangunan.
Di era sekarang, penggunaan kayu buat area luar ruangan juga makin populer. Banyak orang pakai untuk pagar rumah, lantai taman (decking), meja-kursi outdoor, bahkan untuk mempercantik suasana halaman.

Tapi tentu nggak semua kayu cocok untuk itu, apalagi kalau sering kena hujan dan panas.
Nah, bagi Anda yang lagi cari kayu yang tahan banting di luar ruangan, di sini kita bahas 10 jenis kayu yang dikenal kuat menghadapi cuaca, air, dan rayap. Yuk, simak daftarnya!
Rekomendasi Jenis Kayu Tahan Air

Lagi cari jenis kayu yang cocok untuk keperluan di luar ruangan atau outdoor? terdapat setidaknya 10 jenis kayu tahan air untuk saat ini yang bisa menjadi pilihan dan bahan pertimbangan untuk kalian, diantaranya yaitu :
- Kayu ulin
- Kayu bengkirai
- Kayu sengon
- Kayu jati
- Kayu meranti
- Kayu kamper
- Kayu merbau
- Kayu sonokeling
- Kayu keruing
- Kayu laban
Jenis-jenis kayu diatas ini dapat bertahan dari cipratan air, endapan atau curah hujan sekalipun. Sehingga bisa di jadikan sebagai bahan dekorasi atau kontruksi outdoor.
Bahkan selain tahan air, tetapi kesepuluh jenis kayu diatas mempunyai kualitas yang diatas rata-rata.
Baik dari segi kekerasan maupun keawetannya, sehingga tak heran jenis kayu tersebut sering dipergunakan untuk lantai outdoor, pagar, dinding lambersering, plafon dan furniture luar ruangan.
1. Kayu Ulin

Kayu ulin atau ironwood ini banyak dijumpai di kawasan Kalimantan dan Sulawesi, umumnya jenis kayu yang satu ini memiliki tingkat kekerasan yang paling tinggi. Bahkan tercatat, termasuk kedalam jajaran sebagai jenis kayu terkeras di dunia.
Uniknya, kayu ulin ini jika terkena air maka sifatnya akan semakin mengeras dan kuat, sehingga tak heran jika sering dimanfaatkan untuk decking kayu, pembuatan gazebo, kontruksi dan pagar kayu outdoor.
Informasi Selengkapnya : Mengenal Kayu Ulin, Si Kayu Besi Dari Kalimantan
2. Kayu Bengkirai

Hampir sama dengan kayu ulin, kayu bengkirai ini banyak ditemukan di kawasan Kalimantan dan mempunyai tingkat kekerasan kelas I, namun tingkat keawetannya sedang yakni kelas II-III.
Namun meski begitu, kayu bengkirai ini tahan terhadap rayap dan air. Serta mampu bertahan dari perubahan suhu atau cuaca. Pemanfaatannya kerap kali dipakai untuk lantai pinggir kolam renang, kontruksi, furniture, dan lain-lain.
Jika Anda tertarik menggunakan decking dari kayu bengkirai untuk taman, teras, atau kolam renang, langsung aja hubungi tim marketing kami untuk konsultasi atau tanya harga terbaru.
Andini
0812-2255-5190
Spesialis Eksterior Kayu Outdoor
3. Kayu Jati

Siapa sih yang tidak mengenal kayu jati perhutani atau kayu jati belanda ini?
Jenis kayu tahan air ini umumnya banyak dikenal oleh berbagai kalangan, terutama orang yang berkecimpung di dunia furniture, mebel atau kontruksi dan elemen dekorasi pasti mengenalinya.
Kayu jati memiliki tingkat kekerasan dan keawetan yang cukup tinggi, bahkan terdapat minyak pelumas anti rayap didalamnya.
Kebanyakan kayu jati ini selain dimanfaatkan untuk furniture, akan tetapi lebih cenderung digunakan sebagai lantai parket jati indoor minimalis.
4. Kayu Merbau

Kayu Merbau tergolong ke dalam jenis kayu anti rayap dan tahan air, hal ini terbukti dengan adanya decking kayu merbau outdoor dan sering juga digunakan untuk penutup lantai didalam hunian.
Namun sayangnya, kayu merbau ini jika terkena air maka akan mengeluarkan getah merah yang cukup sulit untuk dihilangkan bila mengenai baju atau permukaan lantai.
Meskipun tidak bersifat permanen. Kayu merbau ini sering disandingkan dengan kayu jati sebab kualitasnya yang tidak beda jauh.
5. Kayu Keruing

Apa itu kayu keruing? Jenis kayu yang banyak dijumpai di daerah Kalimantan, Jawa, Sumatera, Bali ini mempunyai tingkat kuat kelas I-II, dengan tingkat keawetan kelas II-III.
Meskipun kualitasnya tergolong rendah, namun kayu keruing ini cukup bisa diandalkan. Bahkan sering digunakan sebagai alternatif pengganti kayu bengkirai, merbau atau jati.
Terdapat decking kayu keruing yang sering diterapkan pada bagian outdoor karena dapat bertahan dari serangan rayap dan tahan air.
6. Kayu Sengon

Kayu sengon atau lebih dikenal dengan sebutan kayu albasia ini termasuk kedalam jenis kayu tahan air yang bisa diandalkan untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan furniture outdoor atau material dekorasi luar ruangan untuk sebuah hunian atau bangunan.
Namun pada umumnya, jenis kayu yang satu ini lebih dominan dipakai untuk membuat kertas, pulp dan furniture. Kayu sengon ini bisa menggunakan cat anti air.
7. Kayu Meranti

Kayu meranti terdapat beberapa jenis, salah satu jenis kayu meranti yang sangat di ungguli dari segi keawetannya yakni kayu meranti merah. Tingkat kekuatan kayu meranti kelas II-IV dengan tingkat awet kelas III-IV.
Walaupun kualitas kayu meranti tergolong rendah, akan tetapi cukup bisa diandalkan sebagai alternatif pilihan kayu lain, sebab harganya relatif murah.
8. Kayu Sonokeling

Kayu sonokeling merupakan jenis kayu yang sangat eksotis karena tampilan warnanya cukup unik dan menarik, yakni hitam keungu-unguan dengan adanya aksen warna putih.
Kualitas kayu sonokeling sendiri tergolong cukup bagus, baik dari segi keawetan maupun ketahanannya. Selain tahan rayap, tetapi kayu sonokeling juga termasuk sebagai jenis kayu tahan air yang bisa diterapkan pada area outdoor.
9. Kayu Laban

Kayu laban merupakan kayu yang sangat kuat dan tahan lama. Kayu ini dapat bertahan dalam kondisi basah karena ketahanan airnya yang sangat baik.
Kayunya berwarna kelabu tua dan memiliki kerapatan sekitar 930 kilogram per meter kubik. Manfaat kayu laban sendiri cukup beragam, mulai dari furniture, kontruksi, kusen, jendela, pintu dan lain sebagainya.
10. Kayu Kamper

Jenis kayu khas Kalimantan ini memiliki ciri-ciri serat kayu yang lurus dan bergelombang dengan tekstur permukaan yang cukup kasar serta memiliki aroma kamper.
Harga kayu kamper tergolong lebih terjangkau dibandingkan kayu jati, sehingga sering dijadikan alternatif pengganti kayu jati untuk berbagai kebutuhan pembangunan rumah, furniture, bahan dekorasi, dan lainnya.
Meski lebih murah, kualitas kayu kamper tetap dapat diandalkan, kuat, cukup awet, tahan terhadap rayap, serta termasuk jenis kayu yang tahan air.
Informasi Selengkapnya : Mengenal Kayu Kamper Kalimantan
Estimasi Harga Kayu Tahan Air

Pada umumnya, jenis kayu tahan air dijual dengan harga yang cukup terjangkau namun bervariasi, tergantung pada jenis kayu, kualitas, dan ukuran.
Ada yang mahal karena tingkat ketahanannya tinggi, ada juga yang lebih ekonomis namun tetap awet untuk penggunaan outdoor.
Sebagai gambaran, berikut kisaran harga beberapa jenis kayu tahan air:
- Kayu Bengkirai: Rp250.000 – Rp350.000/m²
- Kayu Ulin: Rp500.000 – Rp900.000/m²
- Kayu Merbau: Rp450.000 – Rp890.000/m²
- Decking Kayu: Rp400.000 – Rp750.000/m²
Harga tersebut bisa berbeda tergantung ukuran, jenis potongan, dan lokasi pengiriman.
Jadi, jenis kayu tahan air mana yang paling cocok untuk kebutuhan proyek Anda?
Masih bingung menentukan pilihan atau ingin tahu harga terbaru, jangan ragu untuk hubungi kami langsung melalui WhatsApp:
Andini
0812-2255-5190
Spesialis Kayu Outdoor

