Fakta kayu eboni – Kayu pada umumnya tampil dengan warna cokelat, kuning, kemerahan, putih, maupun perpaduan dari keempat warna tersebut.
Namun tahukah anda? Ternyata ada juga jenis kayu yang mengusung warna hitam lho. Ya, jenis kayu yang dimaksud bernama kayu eboni.
Nah, secara kebetulan pada ulasan kali ini akan membahas berbagai fakta menarik dari kayu eboni.
Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut.
Fakta-fakta Kayu Eboni
1. Asal-usul dan Karakteristik Pohon Eboni
Pohon eboni banyak dijumpai di daerah Sulawesi, mulai dari daerah Makassar, Gorontalo, dan sekitarnya.
Pohon eboni memiliki nama latin “Diospyros celebria”, dimana pertumbuhan rata-ratanya berusia kurang dari 50 tahun.

Pohon eboni tumbuh tinggi tegak lurus keatas dengan dimater batangnya yang mencapai 40 cm, sedangkan kulitnya memiliki tekstur beralur, mengelupas kecil-kecil dan berwarna coklat kehitaman.
Bagian pepagan atau lapisan luarnya tampil dengan warna coklat muda, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih kekuningan.
Ketika diamati lebih teliti lagi, maka batang kayunya tampak terlihat memiliki corak dengan dominasi warna hitam dan kuning.
Bukan hanya itu, pohon eboni juga memiliki akar papan yang berukuran besar.
Baca juga: 4 Fungsi Utama Coating Pada Lantai Kayu
2. Kayu Eboni Semakin Langka
Walaupun status pohon eboni ini sudah terancam punah, namun pada kenyataannya ia masih tetap diburu.
Alhasil, produksi kayu eboni pun kian menurun karena keberadaannya yang memang sudah langka.

Seperti halnya jenis kayu ulin yang sudah langka, sehingga harga jual kayu eboni cenderung mahal.
Guna mengatasi kepunahannya, pemerintah Indonesia pun secara gencar melakukan pembudidayaan pohon kayu eboni yang dieksploitasi untuk komersil.
Adapun mengenai program replanting guna memperbanyak populasi pohon eboni yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu di Sulawesi.
Contohnya pada tahun 2015, yang tercatat sudah tertanam seanyak 50 ribu pokok eboni di daerah Donggala Sulawesi Tengah, dan 7 ribu hektar di daerah Palu, Sulawesi Tengah.
3. Kayu Eboni Mempunyai Banyak Nama
Pohon eboni juga sering disebut dengan istilah black ebony dan Makassar ebony, sedangkan nama latinnya adalah Diospyros celebria.
Sesuai dengan namanya, pohon eboni ini memang tumbuh subur di kawasan Sulawesi, terlebih di Sulawesi bagian Selatan.

Menurut informasi yang didapat, nama Makassar eboni itu sendiri merujuk pada titik pelabuhan utama yang ada di Makassar.
Tak hanya di Sulawesi Selatan, pohon eboni juga tersebar di daerah Sulawesi Tegah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Untuk tampilan fisiknya, sekilas kayu eboni memang sangat mirip dengan kayu sonokeling. Hal itu bukan tanpa alasan, karena kayu sonokeling masih satu keluarga dengan kayu eboni.
Artikel terkait: Harga dan Ukuran Lantai Kayu Sonokeling Indonesia
4. Spesifikasi Kayu Eboni
Jika dinilai dari tingkat keawetannya, kayu eboni memiliki daya tahan yang sangat bagus. Bahkan, klasifikasi pada kayu eboni termasuk kedalam tingkat kelas I.

Tak hanya unggul dari tingkat keawetan, kayu eboni juga sudah terbukti unggul dari tingkat kekuatannya.
Dengan kualitasnya yang begitu baik, maka tak heran juga jika kayu eboni sering dijadikan untuk berbagai kebutuhan furniture dan aksesoris sepertilantai kayu, gelang, meja, kursi, lemari, rak, hiasan dinding, dan masih banyak lagi.
5. Menawarkan Harga yang Mahal

Banyak masyarakat yang penasaran dengan harga kayu eboni di pasaran.
Dalam industry kayu skala global, kayu dari pohon eboni dibanderol dengan harga sekitar Rp 30 jutaan per meter kubik.
Sedangkan di pasar Indonesia, kayu eboni dengan kualitas tinggi akan dibanderol Rp 6 – 10 jutaan per meter kubiknya.
Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika pohon eboni ini disebut sebagai tambang emas dalam bidang perkayuan.
Baca juga: 8 Fakta Kayu Rasamala, Ternyata Semahal ini?
6. Langkah Menyelamatkan Populasi Pohon Eboni

Pemerintah telah melakukan beragam upaya untuk membudidayakan pohon eboni agar tidak punah.
Adapun mengenai beberapa langkah yang dilakukan dalam membudidayakan pohon kayu eboni seperti dibawah ini :
- Proses Ekstrasi dan Pematahan Dormansi
Ekstrasi biji eboni dari buahnya bisa dilakukan dengan mudah. Biji yang sudah dicuci dan dibersihkan, nantinya akan dilakuukan pematahan dormasi dengan cara direndam dalam air selama 1 hingga 2 hari.
Jika sudah demikian, maka bagian ujung bijinya akan muncul akar yang akan berkembang.
Proses perendaman efektif untuk mempercepat biji eboni berkecambah ketimbang dengan cara disemai secara langsung.
- Penyemaian
Cara yang berikutnya ini akan dilakukan setelah biji berkecambah dan dibumbuhi oleh dua pasang daun, sehingga nantinya akan dipindahkan pada lahan dengan campuran kompos.
Umumnya, proses ini bisa memakan waktu hingga 1 bulan.
Nah, seperti itulah berbagai fakta menarik dari kayu eboni, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.

