Kayu bengkirai, yang juga dikenal dengan nama Yellow Balau, berasal dari kawasan hutan hujan tropis seperti Kalimantan, Malaysia, dan Filipina. Pohon bengkirai sendiri mampu tumbuh hingga 40 meter dengan diameter batang yang dapat mencapai 120 cm.
Warna kayunya khas—kuning kecokelatan dengan tekstur yang bervariasi, mulai dari halus hingga agak kasar. Proses pengeringannya memerlukan waktu sekitar 12 hari sampai satu bulan dalam suhu ruang, tergantung pada ukuran dan kelembapan kayu.

Meski beratnya melebihi kayu jati dan memiliki kecenderungan untuk retak, kayu bengkirai tetap bisa diperbaiki dengan mudah menggunakan wood filler, tanpa mengurangi kekuatan struktur kayu itu sendiri.

Ukuran
- 1.9 cm x 6.8 cm x 180 cm
- 2 cm x 9 cm x 245 – 400 cm
- 1.9 cm x 9 cm x 100 – 200 cm
- 1.9 cm x 9 cm x 100 – 200 cm
- 2.5 cm x 14.5 cm x 100 – 300 cm
- 2.5 cm x 14.5 cm x 100 – 300 cm
Kelebihan dan Kekurangan Kayu Bengkirai

Kelebihan Kayu Bengkirai
Daya Tahan yang Sangat Baik
Bengkirai termasuk dalam kategori kayu kelas kuat I dan II, yang berarti kekuatannya nyaris sebanding dengan kayu jati. Kayu ini mampu bertahan menghadapi perubahan cuaca ekstrem, sehingga banyak dimanfaatkan untuk keperluan luar ruangan seperti decking, rangka atap, pagar, hingga bangunan berat seperti jembatan atau bantalan rel kereta.
Mudah Diolah Meskipun Berat
Walaupun mempunyai bobot yang berat, kayu bengkirai mudah untuk dibentuk. Pengrajin bisa memotong, menyerut, atau mengukirnya dengan hasil yang presisi. Ini menjadi alasan mengapa kayu bengkirai sangat digemari untuk pembuatan furnitur outdoor seperti meja dan kursi taman.
Tampilan Natural yang Estetik
Nuansa warna kayu bengkirai yang netral dan hangat mampu menciptakan kesan alami pada hunian. Selain itu, kayu ini juga cocok diberi lapisan cat sesuai dengan konsep rumah, baik itu minimalis, rustic, maupun klasik. Material ini bisa diaplikasikan untuk lantai, dinding, hingga berbagai elemen dekoratif lainnya.
Harga Lebih Terjangkau
Bila dibandingkan antara kayu jati, Harga kayu bengkirai termasuk lebih ekonomis.Untuk ukuran 6 cm × 12 cm × 400 cm, harga per batangnya mulai dari Rp 30.000, menjadikannya pilihan yang ramah di kantong bagi yang ingin membangun rumah bernuansa kayu tanpa mengeluarkan biaya besar.
Kekurangan Kayu Bengkirai
Cenderung Retak jika Tidak Dikeringkan dengan Benar
Kayu bengkirai memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, namun hal ini juga membuatnya rentan mengalami retak, terutama jika proses pengeringan tidak dilakukan secara sempurna. Retakan ini bisa muncul saat perubahan suhu atau kelembaban terjadi secara drastis.
Berat dan Sulit Dipindahkan
Dibandingkan dengan jenis kayu lain seperti mahoni atau pinus, bengkirai tergolong sangat berat. Ini bisa menyulitkan dalam proses pemindahan, pemasangan, maupun pengangkutan, terutama jika digunakan dalam proyek skala besar.
Kurang Tahan terhadap Serangga Jika Tidak Diberi Perlakuan
Meski cukup kuat dan awet, kayu bengkirai tetap memerlukan perlakuan khusus seperti pelapisan anti-rayap atau anti-jamur, terutama jika digunakan di area yang lembap atau rawan hama.
Warna Bisa Memudar Seiring Waktu
Warna alami kayu bengkirai yang khas dapat berubah menjadi kusam atau keabu-abuan jika terkena paparan sinar matahari dan hujan terus-menerus tanpa perlindungan finishing atau coating yang memadai.
Harga Finishing Tambahan
Agar kayu bengkirai tetap awet dan tampil menarik dalam jangka panjang, dibutuhkan biaya tambahan untuk perawatan seperti pelapisan cat, sealant, atau vernis. Ini bisa menambah total biaya proyek secara keseluruhan.
Ragam Jenis Kayu Bengkirai

Jenis kayu bengikirai ada 2 yaitu Kayu bengkirai terdiri dari dua jenis utama, yaitu bengkirai tanduk dan bengkirai merah. Keduanya memiliki ketahanan yang sama baiknya, namun memiliki tampilan warna yang berbeda.
Bengkirai Tanduk
Warna: Kuning kecoklatan.
Pemakaian: Cocok untuk kebutuhan konstruksi, perabot rumah, dan bagian interior.
Ciri Khas: Tekstur padat, awet, dan mudah diproses.
Bengkirai Merah (Kayu Tumi)
Warna: Merah kecoklatan.
Pemakaian: Banyak digunakan di wilayah Jawa Barat seperti Cirebon, Indramayu, dan Subang.
Ciri Khas: Memiliki kekuatan fisik setara dengan jenis tanduk, namun warna yang lebih gelap membuat tampilannya berbeda.
Dengan segala kelebihan yang dimilikinya—mulai dari daya tahan, keindahan, kemudahan pengolahan, hingga harga yang bersahabat—tak heran jika kayu bengkirai menjadi pilihan tepat untuk memperindah hunian, baik di dalam maupun di luar ruangan.
Jadi, apakah kamu sudah siap menghadirkan kesan alami yang elegan dengan sentuhan kayu bengkirai di rumahmu?. Jangan lupa untuk ikuti terus artikel kami lainnya di hargaparket.com

